Mang Iyus Loh kok malah mengurangi trayek angkutan umum,....malah kesenengandong pemilik kendaraan pribadi, dan makin tambah sering dibeli dan digunakan,...
Angkutan umum justru harus diprioritaskan lah,... diperbanyak, terutama angkutan umum yang masal dan sekaligus ditambah kualitas pelayanannya,....bus bus patas, damri, PPD mesti di upgrade, jadi sekelas Transjakarta,...... Dana, mestinya bukan masalah buat DKI, kalau pintar memanage keuangannya.. salam, Dwiagus >--- On Thu, 12/18/08, Juswan <jus...@...> wrote: > > From: Juswan <jus...@...> > Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: "Rekor Dunia" Jam Masuk Sekolah > To: "FPK Kompas" <[email protected]> > Received: Thursday, December 18, 2008, 8:32 PM > > > > > > > > > > > > Beberapa catatan tambahan: > > > > 1. Gubernur tidak dapat membatasi penjualan mobil. Juga tidak > > bisa membatasi > > > > masuknya mobil yang dijual/dibeli dari kantong perifer Jakarta. Tetapi > > > > Gubernur lewat stafnya dapat membatasi jumlah trayek kendaraan umum > > > > dan membatasi masimal kendaraan per trayek. > > > > Gubernur dapat membatasi jumlah perusahaan taksi yang beroperasi di DKI > > > > dan membatasi jumlah taksi yang boleh dimiliki oleh setiap perusahaan > > taksi. > > > > 2. Gubernur dapat bertindak TEGAS terhadap siapa saja yang > > mempersempit > > > > jalan umum dengan berjualan sembarangan sebagai PKL. Bertindak tegas pula > > > > terhadap para sopir kendaraan umum yang NGETEM seenaknya di jalanan.
