Masalahnya bukan mutu pengetahuan atau ilmunya tetapi mutu kemampuan
dan sikap memberikan pelayanan yang profesional dan berorientasi kepada
keselamatan pasien. Bukan orientasi keuntungan atau income pribadi.
Tanyakan pada dokter-dokter Indonesia yang berobat ke Malaysia atau
Singapura. Dulu Malaysia belajar ke kita tetapi sekarang kita juga
belajar ke mereka.
KM

----Original Message----
From: [email protected]
Date: 11/06/2009 18:00
To: "Forum Kompas"<[email protected]>
Subj: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Dokter operasi

Mungkin kebiasaan kita kalau ada berita baik dari negeri sendiri
dianggap biasa,tapi kalau berita itu dari luar negeri dianggap luar
biasa,mungkin sekalian bisa buat pamer bahwa dia habis berobat ke luar
negeri.Padahal ada jg kasus2 malpraktik di luar negeri. Kalau soal
kualitas dokter kita tidak kalah dengan dokter luar.Malaysia itu dulu
banyak yg belajar kedokteran di Indonesia,bukan di Singapura atau
Inggris.Mungkin karena pertimbangan murah tp kualitas baik.Saat ini
mereka sudah punya banyak dokter yg baik dan teknologi canggih.Masalah
kesehatan masyarakat di Malaysia dan Singapura sangat simpel dan
berbeda dg masalah kesehatan masyarakat yg harus dihadapi dokter2
Indonesia.Oleh sebab itu pendidikan kedokteran umum bukan pendidikan
spesialisasi.Dokter umum selain dibekali ilmu kedokteran secara general
jg dibekali ilmu kesehatan masyarakat.Dokter umum kita di perifer bisa
pasang susuk,vasektomi,menolong persalinan atau bahkan operasi kl
kondisi sangat memaksa.Masalah kesehatan masyarakat spt capaian
imunisasi,perbaikan gizi,KB,menekan angka kematian ibu d bayi,dll....
menjadi tanggung jawab dokter. Ini semua tidak dimiliki dokter
umum/dokter keluarga di negara
lain.                                                           Kalau
sudah jadi spesialis semesti nya dia bisa memilah mana yg menjadi
kompetensi nya dan mana yg bukan.Dokter spesialis yg baik dan jujur
pasti akan melakukan konsultasi atau bahkan merujuk ke spesialis lain
atau subspesialis di bidang nya kalau dia merasa itu sudah di luar
kompetensi nya.Misal untuk penegakan diagnosis kasus kanker payudara
bisa ditegakkan oleh internist,tetapi bila kanker sudah stadium lanjut
dan di daerah nya memilki internist sub spesialis onkologi dia akan
rujuk untuk terapi nya.Untuk tindakan pembedahan nya sendiri
subspesialis ini akan konsultasikan ke bedah onkologi,sementara terapi
kimia dan pendamping yg lain oleh internist
onkologi.
Wassalam....

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
Teruuusss...!

Kirim email ke