Bung Hakiki Akbari, Saya tidak menggeneralisasi terhadap kualitas pengabdian Dokter Bedah di Indonesia, karena cerita semacam itu saya sering dengar dari rekan - rekan saya yang Dokter, Perawat, Pasien atau keluarga pasien. Yang saya tidak tahu adalah: apakah kasus semacam itu juga biasa terjadi di Rumah Sakit di Negara - negara maju??? Pertanyaan saya: Apakah dengan adanya video rekaman selama berlangsungnya proses operasi maka potensi kesalahan pada saat operasi bisa diminimalisir atau sebetulnya tidak ada pengaruhnya sama sekali??? Sebagai orang awam saya juga sering bingung mendengar perdebatan antara Dokter Spesialis tertentu dengan Dokter Bedah, dimana Dokter Bedah bisa komplain ke Dokter Spesialis bahwa setelah pasien dibedah, ternyata analisa penyakit pasien tidak sesuai dengan kenyataan pada saat pembedahan, sehingga proses operasi yang telah dilakukan boleh dibilang "sia - sia". Secara bergurau Dokter Bedah akan menjuluki Dokter Spesialis tersebut sebagai "Dokter Mulut" karena cuma bisa omong doang, dan akhirnya terbukti bahwa diagnosanya seringkali meleset jauh. Sangking jengkelnya karena kasus tersebut sering terjadi (karena terjadi juga pada keluarga dekat mereka), beberapa Dokter Bedah rekan saya menyarankan, bila ingin mengetahui mana Dokter Spesialis yang benar - benar pandai dan mana yang sebetulnya "kurang cerdas", hal tersebut bisa ditanyakan ke Dokter Ahli Anestesi yang selalu mendampingi Dokter Bedah saat proses operasi. Biasanya Dokter Anestesi mempunyai catatan lengkap yang membandingkan antara analisa Dokter Spesialis sebelum proses pembedahan berlangsung dengan kenyataan saat proses pembedahan berlangsung. Dokter spesialis yang pandai adalah bila disimpulkan pasien ,menderita sakit kanker, saat dibedah memang betul sakit kanker, bukan sakit karena infeksi atau karena ada batu di empedunya.Ini hanya sekedar contoh. Demikian pula untuk mengetahui mana Dokter Bedah yang pandai dengan yang "kurang cerdas" akan terlihat dari hasil operasinya, apakah sesuai dengan yang direkomendasikan oleh Dokter Spesialis (asumsinya analisa Dokter Spesialis itu benar adanya). Cucu kakak saya yang dioperasi akibat jantungnya bocor saat lahir, ternyata setelah dioperasi kebocorannya masih terjadi. Saat komplain ke Dokter Spesialis Jantung dan kemudian ada pertemuan antara Keluarga Pasien, Dokter Spesialis Jantung, Dokter Bedah Jantung dan Direktur Rumah Sakit, disimpulkan bahwa yang dilakukan oleh Dokter Bedah Jantung tidak sesuai dengan yang direkomendasikan oleh Dokter Spesialis Jantung, sehingga tidak seluruh kebocoran di Jantung telah tertutup dengan baik. Disepakati bahwa, bila dikemudian hari (proses operasi tidak bisa langsung diulang karena pasien masih bayi) diperlukan Bedah Jantung Ulang, seluruh biaya sepenuhnya ditanggung oleh pihak Rumah Sakit. Namun Puji Tuhan, tiba - tiba kebocoran jantung menutup sendiri sehingga tidak perlu ada operasi jantung ulang. Sampai hari ini, dimana peristiwa tersebut sekitar 10 tahun yang lalu, keadaannya sehat - sehat saja. Sekali lagi pertanyaan saya: Apakah dengan dibuatnya rekaman saat berlangsungnya proses operasi bisa meminimalisir kesalahan Operasi???? Salam, Adyanto Aditomo
--- Pada Rab, 10/6/09, Hakiki Akbari <[email protected]> menulis: Dari: Hakiki Akbari <[email protected]> Topik: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Dokter operasi Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 10 Juni, 2009, 11:40 PM saya kira angka kejadian "memberi hadiah" gunting, perban dsb dengan kejadian dokter menolong nyawa pasien di negara ini jauuuuuh lebih kecil, walaupun saya tidak menyangkal kejadian seperti itu memang terjadi, dan bukan hanya di indonesia! kejadian serupa bisa terjadi dan sudah terjadi disleuruh dunia, termasuk singapura. Bung Ady jangan melakukan generalisasi seperti itu dong... Tujuan perekaman jalannya operasi kista seperti yang diceritakan bung Yusri semata2 adalah sebagai service kepada pasien. demikian juga kalau ada dokter yang mengijinkan suami menunggui istri saat operasi caesar. sangat beresiko tinggi membiarkan seorang 'awam" / non professional di dalam kamar operasi yang penuh dengan peraturan dan prosedur yang mesti dilakukan. kalau terjadi apa2, bisa disalahkan . perekaman tindakan operasi adalah ide baik dari segi pelayanan / service kepada pasien, sangat inovatif. selama ini kami biasanya baru melakukan pemotretan saja untuk arsip pribadi atau Rs atau untuk bahan penelitian tentu saja dengan seizin pasien. namun tentu saja ada resikonya. operasi harus dilakukan sesuai prosedur dan tentu saja operasinya harus berhasil. saya yakin pihak singapura pun tidak akan memberikan rekaman dvd kalau operasinya tidak berhasil.
