Saya kira tidak bijaksana kl masalah kualitas dan pengabdian dokter dibanding2 
kan antara negara yg satu dg yg lainnya.Kalau mau melihat harus pakai kaca mata 
3 dimensi,jangan pakai kaca mata kuda.Di negara maju mungkin angka kasus aborsi 
oleh dokter lebih tinggi,belum lagi ada nya kasus2 euthanasia.Ada jg pengalaman 
rekan  di operasi bedah tulang karena patah di salah satu negara Eropa,beberapa 
minggu setelah operasi mendadak tulang nya patah lagi.Untung nya biaya 
pengobatan di sana gratis.Meski gratis dokter nya digaji layak dan menikmati 
fasilitas yg baik.                                         Kalau masalah video 
rekaman mungkin yg harus dipertimbangkan selain masalah hukum jg masalah 
etis.Dokter punya kewajiban untuk menjaga kerahasiaan pasien yg berkaitan dg 
penyakit nya.Orang lain atau bahkan sesama dokter sekalipun tidak boleh 
sembarangan membuka rekam medik.Kecuali untuk kepentingan pendidikan atau ilmu 
pengetahuan,dokter bisa melakukan dokumentasi.Rekaman itu bisa saja diberikan 
pada pasien atas persetujuan khusus.Karena ini bukan tontonan atau hiburan.Pada 
hakikatnya itu adalah rekam medis yg sifatnya rahasia.           Di kalangan 
dokter dan mahasiswa saja kalau presentasi kasus menyebutkan nama pasien harus 
dg inisial,kalau menampilkan dokumentasi wajah pasien mata nya harus 
digelapkan.Itu aturan yg tidak boleh dilanggar. Jadi ada aspek2 etika yg harus 
dijunjung tinggi.Kalau operasi Cesar atas pertimbangan operator nya boleh 
didokumentasi itu sudah biasa. Tapi kl operasi yg lain saya masih sangsi.Jadi 
yg jadi pertanyaan apakah etika kedokteran di Singapur itu sudah longgar,dan 
apakah masyarakat jg sudah permisif mengenai hal ini...             Wassalam....

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Adyanto Aditomo <[email protected]>

Date: Fri, 12 Jun 2009 16:05:12 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Dokter operasi


Bung Hakiki Akbari,
 
Saya tidak menggeneralisasi terhadap kualitas pengabdian Dokter Bedah di 
Indonesia, karena cerita semacam itu saya sering dengar dari rekan - rekan saya 
yang Dokter, Perawat, Pasien atau keluarga pasien.
Yang saya tidak tahu adalah: apakah kasus semacam itu juga biasa terjadi di 
Rumah Sakit di Negara - negara maju???
Pertanyaan saya: Apakah dengan adanya video rekaman selama berlangsungnya 
proses operasi maka potensi kesalahan pada saat operasi bisa diminimalisir atau 
sebetulnya tidak ada pengaruhnya sama sekali???
 
Sebagai orang awam saya juga sering bingung mendengar perdebatan antara Dokter 
Spesialis tertentu dengan Dokter Bedah, dimana Dokter Bedah bisa komplain ke 
Dokter Spesialis bahwa setelah pasien dibedah, ternyata analisa penyakit pasien 
tidak sesuai dengan kenyataan pada saat pembedahan, sehingga proses operasi 
yang telah dilakukan boleh dibilang "sia - sia".
Secara bergurau Dokter Bedah akan menjuluki Dokter Spesialis tersebut sebagai 
"Dokter Mulut" karena cuma bisa omong doang, dan akhirnya terbukti bahwa 
diagnosanya seringkali meleset jauh.
Sangking jengkelnya karena kasus tersebut sering terjadi (karena terjadi juga 
pada keluarga dekat mereka), beberapa Dokter Bedah rekan saya menyarankan, bila 
ingin mengetahui mana Dokter Spesialis yang benar - benar pandai dan mana yang 
sebetulnya "kurang cerdas", hal tersebut bisa ditanyakan ke Dokter Ahli 
Anestesi yang selalu mendampingi Dokter Bedah saat proses operasi. Biasanya 
Dokter Anestesi mempunyai catatan lengkap yang membandingkan antara analisa 
Dokter Spesialis sebelum proses pembedahan berlangsung dengan kenyataan saat 
proses pembedahan berlangsung.
Dokter spesialis yang pandai adalah bila disimpulkan pasien ,menderita sakit 
kanker, saat dibedah memang betul sakit kanker, bukan sakit karena infeksi atau 
karena ada batu di empedunya.Ini hanya sekedar contoh.
 
Demikian pula untuk mengetahui mana Dokter Bedah yang pandai dengan yang 
"kurang cerdas" akan terlihat dari hasil operasinya, apakah sesuai dengan yang 
direkomendasikan oleh Dokter Spesialis (asumsinya analisa Dokter Spesialis itu 
benar adanya).
Cucu kakak saya yang dioperasi akibat jantungnya bocor saat lahir, ternyata 
setelah dioperasi kebocorannya masih terjadi. Saat komplain ke Dokter Spesialis 
Jantung dan kemudian ada pertemuan antara Keluarga Pasien, Dokter Spesialis 
Jantung, Dokter Bedah Jantung dan Direktur Rumah Sakit, disimpulkan bahwa yang 
dilakukan oleh Dokter Bedah Jantung tidak sesuai dengan yang direkomendasikan 
oleh Dokter Spesialis Jantung, sehingga tidak seluruh kebocoran di Jantung 
telah tertutup dengan baik.
Disepakati bahwa, bila dikemudian hari (proses operasi tidak bisa langsung 
diulang karena pasien masih bayi) diperlukan Bedah Jantung Ulang, seluruh biaya 
sepenuhnya ditanggung oleh pihak Rumah Sakit.
Namun Puji Tuhan, tiba - tiba kebocoran jantung menutup sendiri sehingga tidak 
perlu ada operasi jantung ulang. Sampai hari ini, dimana peristiwa 
tersebut sekitar 10 tahun yang lalu, keadaannya sehat - sehat saja.
 
Sekali lagi pertanyaan saya:
Apakah dengan dibuatnya rekaman saat berlangsungnya proses operasi bisa 
meminimalisir kesalahan Operasi????
 
Salam,
 
Adyanto Aditomo


------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS

2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://epaper.kompas.com/ , 
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/

3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota

4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]

5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke