ikut numpang;

ekspektasi ketika kita Traveling ke tempat lain buat beberapa orang mungkin 
berbeda,
ketika kita pergi (sendirian) ke tempat yang memang kita belum pernah dan tidak 
bisa (lancar)
bahasanya maka persiapan matang dan berbagai plan A sampai Z sudah terbayang. 
dari sekian
perjalanan, parahnya kalau tempat itu adalah tempat yang anda biasa kunjungi
 catatan saya ada di 3 kota, Paris, Singapore dan Bandung.

Paris,

Saya cuman bisa berharap bahwa karakter dan diri saya setidaknya bisa di terima 
oleh 
orang lokal (ketika kita santun, sedikit tahu bahasa dan karakter orang lokal), 
terus terang bahasa prancis saya buruk
namun saya suka Paris, setidaknya 2 minggu saya habiskan (bersama istri saya 
ber2) - dari mulai jadi turis, ziarah arsitektur
hingga berusaha act sebagai orang lokal. Terus terang Paris kurang impressive 
ketika anda melancong sendirian, berpetualang
di sudut2 kota nya dengan orang yang tepat anda akan menikmati paris secara 
lengkap, walau dengan akomodasi backpacking.
(www.aijparis.com - backpack ini murah, bersih dan ada bunkbed buat pasangan 1 
kamar 2 orang ranjang susun, hihihi)

Orang lokal jelas banyak yang kurang lancar dengan bahasa Inggris, tapi mereka 
sebenarnya hanya minta sedikit perhatian
dari kita bahwa at least we know Sit Vous Plait, Excussemoi,Tres bien 
dll...untuk memulai berkomunikasi dengan orang lokal.

Singapore,

bisa dikatakan kota (negara) ini untungnya "mudah" untuk di explore karena 
sistemnya sudah canggih, penanda lengkap dan ....
membuat orang tidak perlu berinteraksi dengan orang lain (yg tidak kenal). di 
Setiap perjalanan saya sudah biasa untuk setidaknya
saya punya kenalan / kontak Native (bener2 lokal) untuk hanya kontak di 
facebook dan say Hi, dan kemungkinan bisa bertemu
lagi ketika dia ke Indonesia (Jakarta / Semarang) atau saya kembali ke kota 
dia. Hingga saat ini saya sudah lebih dari 4 kali ke Singapore dan sumpah tidak 
tahu bagaimana bisa mulai berkomunikasi, ngobrol yang enak dan bisa jadi teman 
at least. 

Bandung,

ekspektasi saya ketika ke Bandung adalah : ISTIRAHAT, PELAYANAN dan HARGA YANG 
LEBIH MURAH....ternyata kini saya tidak dapat dari2 ekspektasi yang 
pertama.....faktor2nya? mungkin dari orang Jakarta dan sekitarnya 
sendiri....kita jadi lebih capai karena sudah begitu padat, dan pelayanannya 
saya ngga tau tiba2 minggu kemarin saya pikir Hotel bintang 4 pun di Bandung 
jadi tidak ramah, entah terlalu capai sudah melayani customer / penanya dan 
rasa2 nya karena tempatnya selalu rame walau mereka ramah atau tidak jadi agak 
belagu,...orang jkt bilang - anehnya hal tersebut tidak terjadi ketika kita ke 
Bandung pas tidak weekend :D

Salam



________________________________
From: lily g <[email protected]>
To: ade <[email protected]>; "Indobackpacker Groups 
<[email protected]>" <[email protected]>; Ambar 
Briastuti <[email protected]>
Sent: Thu, February 4, 2010 1:19:52 PM
Subject: Re: Bls: [indobackpacker] Paris sindrom: karena kejutan budaya?

  
ikutan komentar ah.....
setuju, tiap tempat ada kelebihan dan kekurangan masing2....
aku jg suka mengunjungi tempat2 baru, dan kalaupun tempat itu dibilang jorok, 
miskin, dll atau bahkan bagus, bersih atau apalah....pokoke semua merupakan 
eksperience tersendiri. yang penting memang harus tau dulu kira2 spt 
apa....kalau si a bilang bagus, itu kan pendapat si a, tapi gunakan kacamata 
kita sendiri menilai suatu tempat.
jadi kalau kita kasih info ke orang lainpun kita bisa bilang...menurut saya sih 
begini, tapi ada yg berpendapat gitu, semua bebas berpendapat kok.....tapi 
bagaimana bisa menilai kalau gak mengalaminya sendiri.

mungkin benar gak usah pasang ekspetasi terlalu tinggi....yg penting enjoy aja 
lah.
kalau pas lagi bosan, ya mungkin kebetulan aja moodnya gak nemu.
tempat yg biasa2 aja jg bisa jadi menarik kalau memang diisi kegiatan yg 
menarik atau mungkin sama teman jalan yg asik, so kenapa tidak dicoba?

Lily

____________ _________ _________ __
From: ade <parad...@yahoo. com>
To: "Indobackpacker Groups indobackpacker@ yahoogroups. com" <indobackpacker@ 
yahoogroups. com>; Ambar Briastuti <ambar.briastuti@ gmail.com>
Sent: Thu, February 4, 2010 10:16:58 AM
Subject: Bls: [indobackpacker] Paris sindrom: karena kejutan budaya?

  
Dear Mbak Ambar and all,

Ikut sharing juga ya. Kalau saya sendiri, alhamdulillah belum pernah mengalami 
yang segawat itu. Bukan berarti semua perjalanan saya lancar, mulus tanpa cela 
ya, tapi.... sejauh ini masih sangat bisa di atasi. Mungkin juga karena saya 
tergolong orang yang tidak menaruh harapan terlalu tinggi terhadap sesuatu, 
tidak menetapkan target2 tertentu ketika mengunjungi suatu tempat dan juga 
berusaha memulai perjalanan dengan mood yang baik. Kata anak saya, "memulai 
perjalanan dengan riang gembira" hehehe... 
 
Nah, saya pengen cerita tentang beberapa keluhan teman saya yang mungkin 
mewakili sindrom itu.

Suatu ketika seorang teman datang dengan muka ditekuk, "Dek, bohong lu. apa 
bagusnya Larantuka! Di sana pantainya biasa aja, penginapan jorok dan sewa boat 
juga mahalnya amit2. trus yang paling menyedihkan itu, orangnya kasar... bla. 
..bla...bla. ...". Dia kesal sekali karena sebulan sebelumnya dengan menggebu2 
saya menceritakan betapa cantiknya Larantuka. Pantainya indah, penginapan murah 
dan di sana saya juga bertemu dengan penduduk yang ramah. Saya tidak bohong 
ketika menceritakan itu, karena memang itu yang saya rasakan. sebaliknya, kawan 
saya juga barangkali benar, karena begitulah yang ia rasakan. 

 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke