Temans;

Mungkin Paris Syndrome ini bisa jadi peringatan buat mereka yang bertugas 
mempromosikan obyek wisata. Kalo bikin tag-line, jangan lebay!

...ancol, pantai kuta di utara jakarta...
walah; situ yakin pernah ke kuta?!?!

hehehe...

puguh

> 
> --- On Thu, 2/4/10, Ambar Briastuti <ambar.briast...@...> wrote:
>
> 
> 
> Dear kawan-kawan IBP,
> 
> Alkisah sindrom ini terjadi pada turis Jepang yang melancong ke 
> Paris, Perancis. Ini adalah gejala psikologis ketika si turis merasa 
> kejutan budaya terlalu besar untuk diterima. Ia akan merasa tersisih, 
> agitasi dan terkadang mengalami gejala fisik seperti pusing, 
> berkeringat dingin dan capek secara ekstrem. Sindrom ini menjadi 
> terkenal sebagai contoh ketidakmampuan traveller menghadapi 
> ekspektasi yang terlalu tinggi pada destinasi. Tempat yang akan kita 
> datangi digambarkan sempurna, penuh keindahan dan kebaikan. Tetapi 
> kemudian menghadapi kenyataan: penduduk Paris yang tidak bersahabat, 
> tidak mau berbahasa inggris, perbedaan kultur yang terlalu besar, 
> ataupun terlalu capek untuk menhisap aura sebuah kota. Membuat 
> pengunjung Jepang harus dipulangkan sebelum saatnya, karena tidak 
> tahan dengan kondisi ini.
> 


Kirim email ke