Seru topiknya jadi pengin share dikit nih.
 
Alhamdulillah selalu enjoy dlm setiap trip hanya dengan simple mind set, : 
travelling is out of my routine thingsssss. 
Jalan kaki dibawah terik matahari is out of my routine, kan dijakarta 
kejepit dalam kopaja.
Naik MRT yg slalu tepat ontime juga out of my routine, kan dijakarta nunggu 
busway unpredictable. Kadang lama kadang berbaris tu busway.
Naik Star Ferry Central to kowloon out of my routine juga, kan org sebelah ngak 
ngomong betawi.
Apalagi naik pesawat bener2 out of my routine, kan ngak setiap hari gw naik 
pesawat.
 
Cheers
 
Yaya

--- On Thu, 2/4/10, Ambar Briastuti <[email protected]> wrote:


From: Ambar Briastuti <[email protected]>
Subject: [indobackpacker] Paris sindrom: karena kejutan budaya?
To: "Indobackpacker Groups [email protected]" 
<[email protected]>
Date: Thursday, February 4, 2010, 1:57 AM


  



Dear kawan-kawan IBP,

Alkisah sindrom ini terjadi pada turis Jepang yang melancong ke 
Paris, Perancis. Ini adalah gejala psikologis ketika si turis merasa 
kejutan budaya terlalu besar untuk diterima. Ia akan merasa tersisih, 
agitasi dan terkadang mengalami gejala fisik seperti pusing, 
berkeringat dingin dan capek secara ekstrem. Sindrom ini menjadi 
terkenal sebagai contoh ketidakmampuan traveller menghadapi 
ekspektasi yang terlalu tinggi pada destinasi. Tempat yang akan kita 
datangi digambarkan sempurna, penuh keindahan dan kebaikan. Tetapi 
kemudian menghadapi kenyataan: penduduk Paris yang tidak bersahabat, 
tidak mau berbahasa inggris, perbedaan kultur yang terlalu besar, 
ataupun terlalu capek untuk menhisap aura sebuah kota. Membuat 
pengunjung Jepang harus dipulangkan sebelum saatnya, karena tidak 
tahan dengan kondisi ini.

Well, walau belum pernah kejadian begini saya tertarik untuk mencari 
tahu ketika seorang kawan bercerita sehabis mengunjungi sebuah kota 
yang membuatnya kecewa berat. Kotor, jijik, makanan ngga enak etc 
membuat saya tertarik pengen mendengar pengalaman teman-teman. 
Pernahkah mengunjungi tempat dan merasakan sindrom ini? Tidak musti 
Paris, London, Singapura. Tetapi bisa jadi Jakarta, Surabaya, 
Jayapura ataupun tempat yang kita tidak familiar.

Benarkah ekspektasi yang terlalu besar membuat kita tidak nyaman? 
apakah ini menghentikan kita untuk 'menjelajahi' kota? apakah 
'culture shock' atau kejut budaya adalah sumbernya?

Pendapat dan sharing ditunggu.

More about
Paris Syndrome: http://en.wikipedia .org/wiki/ Paris_syndrome
Culture Shock: http://en.wikipedia .org/wiki/ Culture_shock

Salam,
ambar

[Non-text portions of this message have been removed]









      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke