Ikutan nimbrung.

 

Kebanyakan daerah tujuan wisata sepertinya memang dikemas "over complaint "
agar memperoleh image yang sempurna, dan para calon pelancong pun akhirnya
memiliki ekspektasi setinggi langit. Ditambah lagi propaganda iklan dan
maraknya film2 yang ber-setting tempat wisata. Untuk kasus Paris, saya rasa
semua film yang ber-setting disana pasti memvisualisasikan kota itu sebagai
kota cinta yang  indah nan romantis. Kenyataannya???

Sebut contoh lain, Venezia. Siapapun seperti saya yang belum pernah ke
tempat ini pasti membayangkan betapa indah dan romantisnya kota air ini.
Tapi seorang sahabat yang baru saja kembali dari sana berkomentar, "sorry,
tapi rasanya tidak seheboh komentar orang lain ". Masalahnya sahabat saya
itu besar di Kalimantan Selatan yang dikelilingi air dimana-mana :D  

Sekali lagi, it depends on personal perspective. 

 

Saya mungkin sedikit termakan suasana Saigon dari film2 yang berkisah
tentang perang Vietnam, sehingga saya membentuk imajinasi betapa klasiknya
suasana kota itu dengan gadis-gadis yang mengenakan Ao Dai, sungai Mekong
yang eksotis, barisan perahu dan penduduk yang bertopi caping. Maka
berkunjunglah saya dengan membawa potongan imajinasi itu. 

Eng..ing..eng.. yang saya temui adalah lalu lintas yang kusut, sama kusutnya
dengan jaringan kabel listrik mereka. Entah dimana wanita ber Ao Dai seperti
bayangan saya, yang berseliweran justru wanita ber tank top dengan celana
super pendek. Suasana eksotis yang saya rasakan adalah pada saat saya
melintasi taman kota diwaktu malam dimana banyak pasangan duduk di bangku
taman atau nangkring diatas motor sambil pangku-pangkuan dan berpelukan
heboh :D

What a stupid I am. Mengharapkan sesuatu yang terjadi 50 tahun lalu tetap
bertahan sampai saat ini, hari giniiii..

Maka tertawa ngakak lah saya dan pasangan 'menikmati' segala keeksotisan
Saigon masa kini sambil bersantai di salah satu taman kotanya, menyaksikan
betapa beratnya perjuangan pejalan kaki di kota ini bahkan hanya untuk
menyeberang jalan. 

 

Salam,

Imas

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Ambar Briastuti
Sent: Thursday, February 04, 2010 1:58 AM
To: Indobackpacker Groups [email protected]
Subject: [indobackpacker] Paris sindrom: karena kejutan budaya?

 

  

Dear kawan-kawan IBP,

Alkisah sindrom ini terjadi pada turis Jepang yang melancong ke 
Paris, Perancis. Ini adalah gejala psikologis ketika si turis merasa 
kejutan budaya terlalu besar untuk diterima. Ia akan merasa tersisih, 
agitasi dan terkadang mengalami gejala fisik seperti pusing, 
berkeringat dingin dan capek secara ekstrem. Sindrom ini menjadi 
terkenal sebagai contoh ketidakmampuan traveller menghadapi 
ekspektasi yang terlalu tinggi pada destinasi. Tempat yang akan kita 
datangi digambarkan sempurna, penuh keindahan dan kebaikan. Tetapi 
kemudian menghadapi kenyataan: penduduk Paris yang tidak bersahabat, 
tidak mau berbahasa inggris, perbedaan kultur yang terlalu besar, 
ataupun terlalu capek untuk menhisap aura sebuah kota. Membuat 
pengunjung Jepang harus dipulangkan sebelum saatnya, karena tidak 
tahan dengan kondisi ini.

Well, walau belum pernah kejadian begini saya tertarik untuk mencari 
tahu ketika seorang kawan bercerita sehabis mengunjungi sebuah kota 
yang membuatnya kecewa berat. Kotor, jijik, makanan ngga enak etc 
membuat saya tertarik pengen mendengar pengalaman teman-teman. 
Pernahkah mengunjungi tempat dan merasakan sindrom ini? Tidak musti 
Paris, London, Singapura. Tetapi bisa jadi Jakarta, Surabaya, 
Jayapura ataupun tempat yang kita tidak familiar.

Benarkah ekspektasi yang terlalu besar membuat kita tidak nyaman? 
apakah ini menghentikan kita untuk 'menjelajahi' kota? apakah 
'culture shock' atau kejut budaya adalah sumbernya?

Pendapat dan sharing ditunggu.

More about
Paris Syndrome: http://en.wikipedia.org/wiki/Paris_syndrome
Culture Shock: http://en.wikipedia.org/wiki/Culture_shock

Salam,
ambar

[Non-text portions of this message have been removed]





______________________________________________________________________________________________________________

Disclaimer :
______________________________________________________________________________________________________________

This message is intended for the lawful recipient(s) explicitly stated in above 
only.
It may contain confidential information prohibited for any Unauthorized use by 
any party
other than the lawful addressee. The message, information and statement 
expressed herein
should also be legally privileged for the lawful recipient(s).

If you are not the intended recipient(s) or person responsible for delivering 
it to the intended recipient(s),
you must therefore be notified not to copy, print, distribute or take any 
action in
reliance on it, directly or indirectly.
______________________________________________________________________________________________________________
Please consider ENVIRONTMENT before PRINTING this email .


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke