sekedar nambahin mas gaya, biar tambah banyak! dan aku bisa ikutan begaya.... yayayaaaa.. aku mau cerita yang serba sedikit ku ketahui tentang guru di sini (jepun). guru di sini desebut dengan "sen-sei" sama dengan sebutan tuntuk dokter, tabib atau dukun. bayangan pertama ketika diajari bahasa jepun dengan kanjinya yang pating plungker itu, istilah "sen-sei" berarti ada hubungannya dengan "menyelamatkan kehidupan". iseng, aku bertanya ke "sensei bahasa jepang" di sekolah bahasa jepang international yang tidak bisa berbahasa inggris, tokyo sana (hahaa.... diem-diem gini aku adalah adik kelas dari mantan menteri ginanjar kartasasmita lho, dalam hal sekolah bahasa.. gaya kan?), maksud sebutan sensei memang berkonotasi menyelamatkan kehidupan. tetapi untuk guru lebih berarti filosofis. katanya (ah mungkin karena dia sensei juga kali), sen-sei itu dibentuk oleh 2 karakter kanji. sen = dahulu sei = hidup atau lahir. lho, lantas apa hubungannya dengan filosofis menyelamatkan kehidupan? rupanya, istilah sensei ini berasal dari cina bersamaan dengan masuknya agama budha yang memang dibawa oleh para guru-guru serba bisa. mulai dari mengajarkan inti ajaran budha, mengajar arsitektur bangunan kuil (tera), mencari sumber air, mengajar sastra-sastra suci, ilmu pengobatan pakai jamu (kampou) hingga mengajarkan "baca tulis, atau ilmu pengetahuan" yang cocok untuk kala itu, termasuk ngelmu berperang. sedikit faham ahirnya. berarti memang sensei dianggap lebih dahulu tahu sehingga mampu mengajarkan ilmunya menuju kepada kehidupan manusia yang lebih bermutu. itu guru versi jepun yang sepenuhnya diadopsi dari budaya budha-mandarin. kebiasaan tradisionalis bangsa jepang, berhasil melestarikan arti "sensei" ini hingga sekarang. sehingga tidak heran kalau diantara pegawai daerah (prefectural employees), gaji terbesar diperoleh oleh sensei-2 sekolahan ini (gakkou no sensei tachi). itupun masih kurang spectaculair and seculair, ternyata bila sama-sama jenjangnya, maka gaji terbesar diantara gakkou no sensei tachi ini adalah yang diterima sen-sei-2 sekolah dasar. alasannya? salah satunya adalah sensei-SD inilah sebagai peletak BATU PERTAMA jenjang ilmu pengetahuan yang akan ditempuh oleh seseorang yang menjadi murid. (seninya setiap sensei-SD di sini selalu siap mengajar di kelas berapapun, karena setiap tahun mereka di undi kelasnya atau bahkan sekolah-nya, asal masih satu prefecture. pengalaman dari sekolah anak-anakku yang baru 2.5 tahun di sini telah mengalami perpindahan guru sebanyak 3 kali). alasan salah duanya, guru SD benar-benar tidak bisa "nyambi" atau arubaito. sepenuhnya waktu aktivitas hidupnya adalah untuk kepentingan sekolah, murid-murid dan orang tua murid, lho? iya, karena disini ada PTA (Parento-Tiicaa Asociationg) semacam BP-3 kalau model SD inpres. bedanya, PTA disini benar-2 menjadi ajang komunikasi imbal balik antara sekolah dan wali murid, demi mutu pengajaran dan perkembangan "kepandaian" si anak didik. makanya pantas guru-guru SD di sini selalu bermobil bila ngantor, datang jam 7:30 (sekolah masuk padahal jam 8:30), pulang jam 17:30 (anak-anak pulang jam 16:00), lha wong gajinya cukup, kok. itupun setiap tahun menyambut musim semi (haru) dapat bonus gaji ke 13-17 (bonusnya 3 s.d. 5 bulan gaji dan nggak ribut-ribut disiarken). maka di sini aku melihat guru sebagai guru bukan sebagai tukang ngajar. alhasil, kursus-kursus atau les... cenderung tidak laku, kecuali les menjahit, les piano, les main koto dan les renang...(^_^). (tambahan, gaji tertinggi pemda kedua adalah POLISI)... cukup dulu ah.... cuma segini yang keluar... ----------------------------------------------------- Soelojo moderator ML JOWO WOJOSETO [EMAIL PROTECTED] http://io.spaceports.com/~wojoseto/index.html http://www.alladvantage.com/go.asp?refid=DTG850 ----- Original Message ----- From: Begaya Wisnu <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, April 13, 2000 3:44 PM Subject: [Kuli Tinta] Guru (sisi yang lain) Guru (sisi yang lain) Guru adalah sebuah profesi, artinya, seseorang boleh memilih, jadi guru atau jadi yang lain. Guru menjadi sebuah profesi yang dimuliakan, karena banyak orang (jadi) pinter karena merasa dibimbing oleh sang guru. Lalu mereka menyebutnya 'pahlawan', yang diembel-embeli 'tanpa tanda jasa'. Ini sekedar mengalihkan perhatian, agar yang bersangkutan, bekas murid, tak harus merasa memberi imbal jasa. - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
