Ya bolehlah berangkat dari Maslow. Untuk sampai ke self actualization itu
kan asumsinya need nomor 1 sampai 4 tercapai dulu to mas. Lha sekarang ini
need nomor satu, alias basic need yang sedang dipergunjingkan. Dan yang
mempergunjingkan bukan melulu kelompok guru. Jadi ide dagangnya, buatlah
produk itu menarik dulu, biar jadi rebutan, sehingga mampu direkrut peminat
terbaik. Selanjutnya sih sudah lebih mudah, karena minimal bahan dasarnya
sudah baik. Kurang kurang dikit sistem pembentukannya, masih tolerable kan?
Artinya kerja lanjutan lebih ringan.
Tentang situasi dimana gaji tak lagi dapat digunakan sebagai alat motivasi,
ya benar sekali mas. Tetapi lagi lagi sebagai entry point saat ini masih
make sense.
Jalan masih panjang untuk sampai kekeadaan normal.
yap
-------------------
Success is neither magical nor mysterious.
Success is the natural consequence of consistently applying basic
fundamentals.
----- Original Message -----
From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, 13 April 2000 9:59 WIB
Subject: Re: [Kuli Tinta] Guru (sisi yang lain)
> Tertarik menjadi guru atau dosen karena gajinya tinggi?
> (Pertanyaan balik terhadap pertanyaan: bagaimana
> membuat profesi guru atau dosen menarik?)
>
> Apakah dedikasi dosen atau guru terhadap profesinya
> bisa dinilai dengan gaji yang mereka terima? He...
> he... tanya aja deh sama mBah Soel.., apa sih motivasi
> seseorang untuk menjadi seorang pengajar? Apa karena
> gajinya yang tinggi?
>
> Ah.... yang bener aja...... masak sih Bung Yap lupa
> Maslow? (ini yang populer lho)
>
> Individual's needs menyebabkan individual differences.,
> dan individual's needs itu unique. Pengalaman Bung Yap
> dengan kelompok bisnisnya sangat merangsang untuk
> diamati terus, namun menurut para ahli contingency, itu
> belum tentu berlaku umum karena ada faktor-faktor
> inheren yang membentuknya.
>
> Loyalitas karyawan Bank Bali diseluruh Indonesia apakah
> akan sama dengan loyalitas Bank Niaga bila Bank Niaga
> mengalami masalah yang sama dengan Bank Bali?
> Produktivitas karyawan Jepang di Jepang lebih tinggi
> dibanding produktivitas karyawan Jepang di Amerika.
> Manajer KFC di Bali lebih banyak mengalami masalah
> libur karyawan dimana gaji sudah tidak bisa lagi
> digunakan sebagai faktor pemotivasi.
>
> Dosen-dosen IPB dan ITB itu (yang ) kaya disebabkan
> karena royalty atau proyek mereka dan bukan karena gaji
> mereka. Namun, ada pula dosen-dosen yang getol untuk
> mengurus kenaikan pangkatnya dengan KUM manipulatif
> agar segera memperoleh kenaikan gaji. Padahal, kenaikan
> pangkat (baca: gaji) itu adalah hasil dari aktivitas
> dan konsistensinya terhadap profesi dan bukan merupakan
> tujuan.
>
> Ada seorang pemuka agama yang menjadi dosen telah
> memalsukan ijasah doktornya hanya agar memperoleh gaji
> yang lebih tinggi. Horotoyonoh.....
>
> ��
>
> ----- Original Message -----
> From: Press <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Thursday, April 13, 2000 6:20 PM
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Guru (sisi yang lain)
>
>
> I partly agree bung, kalau itu menyangkut konsekuensi
> sebuah pilihan.
> Tetapi yang lebih mendasar bukan karena takut demonya
> guru lalu setuju
> apapun tuntutannya. Masalah yang lebih mendasar adalah
> bagaimana membuat
> profesi guru/dosen ini menarik, sehingga putra terbaik
> bangsa mau berbondong
> bondong kesana, dan menghasilkan lulusan berkualitas
> dunia. Itu point saya.
> Kualitas SDM merupakan faktor rawan yang sangat sangat
> mengkhawatirkan dalam
> melihat hari depan bangsa kita.
> Kalau kualifikasi guru terus menerus diperbaiki, dengan
> sistem rekrutmen dan
> seleksi, plus evaluasi berkala, harapan saya adalah
> kita mempunyai deretan
> guru/dosen yang berkualitas prima plus dedikatip.
> Bayangin kalau suatu ketika profesi guru jadi rebutan
> putra terbaik bangsa,
> maka besar pulalah harapan kita bahwa lulusan perguruan
> kita akan baik pula.
> Jangan sampai deretan guru/dosen banyak diisi oleh
> mereka yang kebetulan
> nggak diterima diperguruan lain, atau sekedar karena
> nggak diterima kerja
> ditempat lain. OK?
>
> yap
>
>
>
>
> - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!