Jadilah Kaya, bekerjalah yang keras agar menjadi kaya
namun jaga agar hatimu tetap miskin. [Romo Mangun]

Jadi melarat hati itu lebih penting mBah.....


----- Original Message -----
From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, April 14, 2000 10:59 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Guru (sisi yang lain)


usil ah!

----- Original Message -----
From: Yap <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, April 14, 2000 11:21 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Guru (sisi yang lain)
koh yap:
Secara naluriah katanya berurutan begitu mas. Mungkin
saja ada
perkecualian,
misalnya ada yang bilang: sugih durung karuan sombong
didisikno. Ini
kan
positipnya dibilang cerminan PD, tetapi nggak urung
menyisakan tanya
bagi
sebagian yang kurang memahami konteks budayanya. Self
actualization
biasanya baru terpikir kalau needs yang lain sudah
secure. Saya sih
setuju aja
pembolak balikan urutan itu, karena pada dasarnya tiap
manusia
mempunyai
keunikan tersendiri. Tetapi dalam psikologi massa yang
diambil kan
modus,
bersenjatakan diagram pareto.
----->
ah orang yang bilang sugih durung karuan sombong
didhisikno itu kan
menandakan dia sadar dalam keadaan mlarat. lha orang
mlarat biar
nggak terasa amat mlaratnya, mendingan sombong....
hahaha...
daripada udah mlarat minderan lagi. kan menderita dua
kali koh?
mangkanya temanku bilang, karena terbiasa mlarat
akhirnya setiap
doa isinya "minta". dan karena semua minta.. akhirnya
doanya
kepanjangan, sampai lepas dari konteks.... (ini apa
sih?)

 yap:
Bahwa sekarang labor supply>demand, itu memang potret
nyata. Lalu
terpikir
bagaimana solusinya. Setelah dicoba menyelam
kedalamnya, dengan
memperluas
batas pandang, ternyata demand juga cukup besar tetapi
dengan
kualifikasi
yang kebanyakan tak terkejar oleh supply yang ada,
sehingga perlu
peningkatan kualitas supply untuk memenuhi demand
requirement yang
bergerak
sangat dinamis itu. Mismatch! Makanya kembali ke
ungkapan klise:
kualitas
sdm. Dalam changing world yang luar biasa nggak terpola
ini lalu
selain
masalah fundamental yang menyangkut kualitas sdm, juga
menjadi penting
masalah readiness to change atau adaptability.
Disinilah kompleksitas
lalu
menjadi semakin rumit, karena mempersiapkan keahlian
yang standard
saja
membutuhkan waktu, sistem dan brainware yang prima,
ditambah lagi
menjadikan
mereka multi purpose alias siap pakai dimanapun dan
apapun tantangan
pekerjaannya. Kalu sudah membayangkan ini dan melihat
alam nyata
kondisi sdm
kita, terutama generasi mudanya, betapa bakal
terpuruknya bangsa yang
bernama indonesia ini. Kalau ini terjadi, setidak
tidaknya kita yang
tua tua
ini ikut berhutang juga.
------>
termasuk yang extra out-put itu ya koh?
hehee.. pantes sekolah kejuruannya mas aswat jadi
pembuangan sampah.
soalnya sudah ketahuan sih bakal tempat kerjanya. yang
tehnik mesin,
kerjaannya jadi pengelola mesin ketik (jadi K-TU) atau
mesin jahit
(buruh
garment).
kamangka, jaman bapak-ku dulu, malah ada syarat untuk
guru-guru SD,
agar berhak mengajar kelas 5 dan 6 (ini punya kans
tinggi untuk
jadi mantri guru), harus menguasai ILMU BERTANAM dan
disekolahkan
di midelbar landbough (bener nggak ya?) besar di
hindia-belanda.
yang terkenal yaaa ML-buitenzorg, Muara itu. tanda
kelulusannya
sebagai gong ujian, katanya sih, pak guru-pak guru SD
kampung itu
harus mampu mengusahakan sawah se are mulai ngolah
tanah
(termasuk ngarit untuk lembu-pembajaknya), menghitung
benih dan
nanti mampu pula menaksir bobot gabah dari padi yang
sedang
menguning memasuki masa panen.... barulah pak guru-pak
guru itu
punya tiket meningkatkan sebutan menjadi DEN MANTRI..

----------
koh yap:
Sekelompok teman saya sedang berfokus pada pemassalan
mesin pembuat
mesin
ketika kemudian badai krisis melanda dan perbankan
menutup pintunya.
Nah
mungkin perlu mulai dari awal, bahwa peningkatan
kualitas guru adalah
pilihan yang masih seide dengan mesin pembuat mesin
itu. Kalau guru
menjadi
profesi yang diidolakan banyak remaja, niscaya terjadi
kompetisi yang
tinggi
 untuk menjadi guru. Pada saat itulah requirement yang
tinggi dapat
diterapkan. Dan hanya putra putri terbaiklah yang mampu
berada dan
bertahan
dalam squad guru/dosen.

---->
setuju... jangan sampai kebalik seperti cerita tukang
becak Mat Pithi
ini ya:
suatu siang mat pithi narik becak, nyebrang seenaknya
hampir kesambar
panther. sopir panther yang "mm" turun dengan muka
merah mendongak
bilang "Dasar kang becak goblog, nyebrang
seenaknya....!"
mat pithi hanya nyahut : "kalau pinter sampeyan hanya
becak mas!"

koh yap:
Sekarang anak muda lebih banyak tertarik menerjuni
bidang
entertainment,
karena dianggap cukup terbuka kesempatan untuk hidup
layak, kaya dan
terkenal. Kalau saja hidup enak, kaya, terkenal,
terhormat ini
dianggap
parameter yang menjadi acuan banyak orang menempuh
kehidupan, maka
seberapa
mampu profesi guru memberikan itu semua?
Sebaliknya,tanpa guru yang
tepat
kualifikasinya, seberapa banyak orang yang mampu
mencapai taraf hidup
seperti itu?
----->
sebetulnya dunia ini banyak ketidak pastian. alias
gambling.
kok banyak peminat? ya karena memang gambling ini
banyak
peminatnya. karena, sudah terbiasa dengan kotak-kotak
calon
kurungan kalau keluar dari sesuatu sekolah (kejuruan)
itu. maka
juga tak heran, banyak anak muda (dan orang tuanya)
selalu
ngotot memasukkan diri (anaknya) ke SMU (sekolah
menengah
uatas). karena masih sempay main gambling selama 3
tahun..
hahahaaa... siapa tahu dapat lolos masuk PT... bukan
begitu
mas aswat?

koh yap:
Untuk tidak menjadikan diskusi ini bias, saya bukan
guru, bahkan
sepanjang
kehidupan ini saya terus berguru, karena bagi saya
hidup ini adalah
intelectual journey. Dengan latar kehidupan seperti
itulah saya
melihat
posisi strategis guru, baik guru yang formal, maupun
(dan ini yang
bagi saya
lebih banyak) yang informal. Setiap orang yang saya
jumpai, termasuk
semua
member milis ini. Semua!
---->
yaah tetuaku bilang dalam ajarannya, "ngelmu iku
kelakone kanthi laku"
kok koh.. (ilmu itu tercapainya dengan tindakan nyata).
itupun "lekase
klawan khas" (performance-nya harus dengan bekerja
keras), agar
"nyantosani" (memper kuat) "setya budya pangekesing
durangkara"
(semua usaha untuk mengerem dan mengeliminir nafsu
jelek, angkara
murka). terserah yang menjalani saja kok.

sorry....
-----------------------------------------------------
Soelojo
moderator ML JOWO WOJOSETO
[EMAIL PROTECTED]
(sing sayuuuk sing rukuuuun....)





- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke