Mbah Soel,
Tolong dikomentari mengapa di Jepun bisa begitu sedang
di Indonesia tidak.

Apakah yang terjadi di Jepun juga terjadi misal di
China, Taiwan, Korea, Amerika, atau belahan dunia yang
lain?

sejak kapan kondisi seperti itu mulai terjadi di Jepun?
Apakah sejak sebelum PD II?


��

----- Original Message -----
From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, April 13, 2000 5:01 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Guru (sisi yang lain)


sekedar nambahin mas gaya, biar tambah banyak!
dan aku bisa ikutan begaya.... yayayaaaa..

aku mau cerita yang serba sedikit ku ketahui tentang
guru di sini (jepun).
guru di sini desebut dengan "sen-sei" sama dengan
sebutan tuntuk dokter, tabib atau dukun. bayangan
pertama ketika diajari bahasa jepun dengan kanjinya
yang pating plungker itu, istilah "sen-sei" berarti ada
hubungannya dengan "menyelamatkan kehidupan".

iseng, aku bertanya ke "sensei bahasa jepang" di
sekolah bahasa jepang international yang tidak bisa
berbahasa inggris, tokyo sana (hahaa.... diem-diem
gini aku adalah adik kelas dari mantan menteri ginanjar
kartasasmita lho, dalam hal sekolah bahasa.. gaya
kan?), maksud sebutan sensei memang berkonotasi
menyelamatkan kehidupan. tetapi untuk guru lebih
berarti
filosofis. katanya (ah mungkin karena dia sensei juga
kali),
sen-sei itu dibentuk oleh 2 karakter kanji. sen =
dahulu
sei = hidup atau lahir. lho, lantas apa hubungannya
dengan
filosofis menyelamatkan kehidupan?

rupanya, istilah sensei ini berasal dari cina bersamaan
dengan masuknya agama budha yang memang dibawa
oleh para guru-guru serba bisa. mulai dari mengajarkan
inti ajaran budha, mengajar arsitektur bangunan kuil
(tera),
mencari sumber air, mengajar sastra-sastra suci, ilmu
pengobatan pakai jamu (kampou) hingga
mengajarkan "baca tulis, atau ilmu pengetahuan" yang
cocok untuk kala itu, termasuk ngelmu berperang.

sedikit faham ahirnya. berarti memang sensei dianggap
lebih dahulu tahu sehingga mampu mengajarkan ilmunya
menuju kepada kehidupan manusia yang lebih bermutu.
itu guru versi jepun yang sepenuhnya diadopsi dari
budaya
budha-mandarin.

kebiasaan tradisionalis bangsa jepang, berhasil
melestarikan
arti "sensei" ini hingga sekarang.
sehingga tidak heran kalau diantara pegawai daerah
(prefectural employees), gaji terbesar diperoleh oleh
sensei-2 sekolahan ini (gakkou no sensei tachi). itupun
masih kurang spectaculair and seculair, ternyata bila
sama-sama jenjangnya, maka gaji terbesar diantara
gakkou no sensei tachi ini adalah yang diterima
sen-sei-2 sekolah dasar. alasannya? salah satunya
adalah
sensei-SD inilah sebagai peletak BATU PERTAMA jenjang
ilmu pengetahuan yang akan ditempuh oleh seseorang
yang menjadi murid. (seninya setiap sensei-SD di sini
selalu siap mengajar di kelas berapapun, karena setiap
tahun mereka di undi kelasnya atau bahkan sekolah-nya,
asal masih satu prefecture. pengalaman dari sekolah
anak-anakku yang baru 2.5 tahun di sini telah mengalami
perpindahan guru sebanyak 3 kali). alasan salah duanya,
guru SD benar-benar tidak bisa "nyambi" atau arubaito.
sepenuhnya waktu aktivitas hidupnya adalah untuk
kepentingan
sekolah, murid-murid dan orang tua murid, lho?

iya, karena disini ada PTA (Parento-Tiicaa Asociationg)
semacam
BP-3 kalau model SD inpres. bedanya, PTA disini benar-2
menjadi ajang komunikasi imbal balik antara sekolah dan
wali murid, demi mutu pengajaran dan perkembangan
"kepandaian" si anak didik. makanya pantas guru-guru SD
di
sini selalu bermobil bila ngantor, datang jam 7:30
(sekolah masuk
padahal jam 8:30), pulang jam 17:30 (anak-anak pulang
jam
16:00), lha wong gajinya cukup, kok. itupun setiap
tahun
menyambut musim semi (haru) dapat bonus gaji ke 13-17
(bonusnya 3 s.d. 5 bulan gaji dan nggak ribut-ribut
disiarken).
maka di sini aku melihat guru sebagai guru bukan
sebagai
tukang ngajar. alhasil, kursus-kursus atau les...
cenderung
tidak laku, kecuali les menjahit, les piano, les main
koto
dan les renang...(^_^).
(tambahan, gaji tertinggi pemda kedua adalah POLISI)...


cukup dulu ah.... cuma segini yang keluar...


-----------------------------------------------------
Soelojo
moderator ML JOWO WOJOSETO
[EMAIL PROTECTED]
http://io.spaceports.com/~wojoseto/index.html
http://www.alladvantage.com/go.asp?refid=DTG850

----- Original Message -----
From: Begaya Wisnu <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, April 13, 2000 3:44 PM
Subject: [Kuli Tinta] Guru (sisi yang lain)


Guru (sisi yang lain)

Guru adalah sebuah profesi, artinya, seseorang boleh
memilih, jadi guru atau jadi yang lain. Guru menjadi
sebuah profesi yang dimuliakan, karena banyak orang
(jadi) pinter karena merasa dibimbing oleh sang guru.
Lalu mereka menyebutnya 'pahlawan', yang
diembel-embeli 'tanpa tanda jasa'. Ini sekedar
mengalihkan perhatian, agar yang bersangkutan, bekas
murid, tak harus merasa memberi imbal jasa.


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta
www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN
SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!













- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke