On Friday, 14 April 2000 Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
yap:
> > Kalau Ketua BPPN dapat 125 juta plus plus, maka pegawai terendah di
> > Indonesia minimal harus menerima 12,5 juta plus plus juga.
>
> WAM:
> Lah, BPPN apa bisa dijadikan acuan?
> Pan itu badan ad hoc aja. Dan lazimnya, sesuatu yang ad hoc lebih mahal
> biayanya.
yap:
Lha gajinya Ketua BPPN kan lebih tinggi dari gaji Presiden, bung!
Yang dibayar murni dari APBN kan gaji dia yang tertinggi. Atau ada yang
lain?
Kalau boleh pakai 'gaji' konsultannya, ya lebih gila lagi.
>
> > Malah saya bilang mengapa tidak dibebaskan saja masing masing pegawai
> > menetapkan gajinya sendiri. Mungkin ini akan diketawain banyak pihak,
tetapi
> > saya punya elaborasinya, dan sangat valid, karena terbukti jalan dengan
> > produktivitas sangat tinggi.
>
> WAM:
> Kurang komplit kong.
> Mestinya, selain dibebaskan juga diberi ancaman dong. Barangsiapa tidak
> bekerja sesuai target, dikemplang. Kalau kebebasan tidak disertai tuntutan
> kewajiban, itu anarki kong. Persis kayak mahasiswa Forkot.
yap:
Miriplah, tapi bukan ancaman. Semacam konsekuensi saja. Aturan bakunya cuma
3, demokrasi, transparansi dan profit sharing. Aturan teknisnya ditetapkan
sendiri oleh para anggota tim, termasuk mau bikin apa, dijual kemana,
targetnya berapa, pemimpinnya siapa, siapa ngerjain eh tanggung jawab apa,
kapan kerjanya, dimana dst dst macam LoI gitulah. Pemimpinnya dipilih oleh
(calon) anggotanya, Direksi tinggal mengesyahkan. Pengawasannya by peer dan
performance appraisalnya by subordinates. Jadilah kumpulan manusia itu
semacam dalam sekoci sekoci kecil atau freegat yang belakangan disebut orang
Strategic Business Unit, padahal nampak dari luarnya tetap seperti kapal
induk yang sesungguhnya merupukan kumpulan sekoci sekoci itu.
Kalau sudah supervision by peer begitu kan semua orang jadi telanjang,
sangat transparan. Dan itu recorded. Mengapa? Mereka perlukan sebagai dasar
profit sharing yang dilakukan setiap akhir bulan. Pola pikirnya lebih ke
Asia, yaitu group performance, tetapi didalamnya sangat Amrik, yaitu
individual performance.
Dengan sistem ini, ancaman sama sekali nggak diperlukan, karena masing
masing mengawasi dirinya sendiri. Seorang manajer yang menetapkan gaji
terlalu tinggi dibanding kontribusinya, akan mengoreksi sendiri secara
sukarela, karena kontribusi minusnya akan sangat mudah dibaca dalam laporan
bulanan. Setiap anggota tim memperoleh dan mempelajari laporan itu, baik
summary maupun detailnya, untuk bahan mengeluarkan pendapat dalam sarasehan
profit sharing. Dan demokrasi menjamin suara mereka nggak akan dibonsai oleh
mereka yang organisatoris disebut atasan. Mengapa? Karena yang disebut
atasan itu mereka juga yang menunjuk dan menilai kinerjanya. Inilah kerja
tanpa aturan tetapi anehnya disiplinnya sangat tinggi.
Tepatnya tanpa aturan yang diseragamkan.Bisa diterapkan ke skala lebih luas?
Kenapa tidak? Toh akhirnya yang besar itu cuma kumpulan dari unit kecil.
Semacam block building begitulah, tetapi serentak dan tanpa ada yang merasa
overloaded.
> WAM:
> Tul.
> Seorang eksekutif yang saya kenal juga menerapkan konsep ini. Buat dia,
> tidak apa menaikkan gaji karyawan. Yang penting, hasil yang diperoleh
> lebih gede dari nilai tambahan cost karena gaji ini. Tapi, untuk PNS yang
> kriteria hasilnya sering nggak jelas, gimana cara membuat tolok ukur
> produktivitas ini kong?
yap:
Ya tinggal mendefinisi produknya kan bung WAM? Disegmentasi kecil kecil,
ditetapkan produk (output) nya, dihargai nilainya, nah masuk dah ke definisi
produktivitas dan effisiensi. Selanjutnya pola pikir transfer pricing dan
activity based costing bisa dimainkan sesuai situasinya. Adalah sedikit
modifikasi untul non profit organization, tetapi kan bisa dilakukan konversi
benefit kepada profit atau return. Itu teknislah. Kalau dilihat PNS secara
total, ya susah, tetapi kalau diiris kecil kecil kan terdefinisi juga.
Bisalah, asal mau. Artinya mau mikir dikit, jangan cuma mau terima
matangnya. Kalau nggak mau ngerjain sendiri, saya juga bisa siapkan tim
konsultannya. Nggak akan semahal PwC dah...
yap
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!