Iya.
Waktu diskusi dgn antum soal Kebun Emas, besar biaya/bunga dari Pegadaian/Bank 
saya masih Blank. Tapi dgn penjelasan pak Muhaimin, jelas biayanya cukup besar 
sehingga unsur spekulasinya juga makin tinggi.

Tapi saya mendukung penggunaan Dinar Emas/Perak sebagai alat tabungan yang 
stabil (bukan spekulasi/investasi). Ini adalah simpanan alternatif yang bebas 
riba dan inflasi yang lebih baik ketimbang dollar.

Kemudian Sektor Riel adalah yang terbaik karena menghasilkan produk/jasa yang 
nyata dan membuka lapangan kerja.


===

Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits

http://media-islam.or.id

Milis Ekonomi Nasional: [email protected]

Belajar Islam via SMS:

http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone

--- Pada Ming, 9/5/10, Achmad Iqbal <[email protected]> menulis:

Dari: Achmad Iqbal <[email protected]>
Judul: Re: [ekonomi-syariah] kaya melalui investasi emas secara syariah  (Jurus 
cerdas berkebun emas)
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 9 Mei, 2010, 6:55 PM







 



  


    
      
      
      berikut ini saya sampaikan tanggapan penemu metode Berkebun Emas atas 
tulisan Muhaimin Iqbal "Ingin Cepat Kaya Dengan Hutang…?, Saran Saya Jangan!". 
Dapat dibaca juga pada url : http://www.kebunema s.com/forum/ archive/index. 
php/t-40. html

-- 
Achmad Iqbal
iq.c...@gmail. com

------------

Beberapa hari terahir ini saya banyak menerima eMail, Message maupun
sms yang meminta tanggapan atas artikel yang ada di Gerai Dinar.
Sejujurnya saya tidak begitu bersemangat untuk memberikan tanggapan,
kenapa? karena isi artikel itu 100% bener banget...dan saya yakin para
pembaca eBook pun setuju banget dengan isi artikel tersebut.



Saya copas isi artikel tersebut:



Ingin Cepat Kaya Dengan Hutang…?, Saran Saya Jangan!

Written by Muhaimin Iqbal

Thursday, 30 July 2009 20:31



Sebenarnya sudah cukup lama banyak pertanyaan ke saya mengenai konon
adanya cara cepat untuk mengumpulkan kekayaan berupa emas, melalui
gadai emas ke perusahaan pegadaian maupun perbankan. Karena banyaknya
pertanyaan tersebut, maka jawaban saya lebih baik saya tulis secara
umum agar tidak setiap saat saya harus menjelaskan hal yang sama – ke
pembaca-pembaca setia web ini.



Saya sendiri jujur tidak tertarik untuk mempelajari trik-trik untuk
cepat kaya ini, jadi mohon maaf bila jawaban saya kurang detil.
Pengetahuan saya sebatas apa yang disampaikan oleh penanya yang pada
umumnya mengungkapkan bahwa cara untuk cepat memiliki emas dalam jumlah
besar dengan harga beli yang katanya hanya sepertiga harga pasar adalah
sebagai berikut :



Pertama membeli emas dengan harga normal, kemudian menggadaikannya
untuk memperoleh cash 80% dari harga beli emas pertama. Setelah
ditambah 20% tambahan modal, maka uang gadai yang diterima cukup untuk
membeli emas yang kedua dst. Begitu seterusnya sampai suatu titik
dimana emas yang dibeli tidak digadaikan lagi, tetapi dijual untuk
menebus emas-emas yang digadaikan di awal.



Teorinya keuntungan akan diperoleh ketika emas naik 30% sedangkan
pinjaman dari pegadaian atau bank syariah tetap/tidak naik, diluar
biaya penitipan, admin dlsb. Asumsi pertama bahwa emas akan naik 30%
sebenarnya tidak terlalu meleset karena memang appresiasi harga emas
rata-rata tahunan dalam 40 tahun terakhir mencapai 31 %; yang perlu
diingat adalah angka tersebut adalah rata-rata 40 tahun, atau rata-rata
jangka panjang. Semakin pendek periode, semakin tidak pasti kenaikan
ini.



Jadi kekeliruan pertama dari teori ini adalah menggunakan rata-rata
statistik jangka panjang untuk men-justifikasi tujuan atau harapan
jangka pendek.



Kekeliruan kedua adalah asumsi bahwa angka pinjaman dari pegadaian atau
bank syariah yang tetap ( diluar biaya penitipan atau administrasi) .
Justru biaya penitipan atau administrasi inilah yang harus
diperhatikan. Dari survey kecil saya dengan salah satu petugas kantor
pegadaian pada saat saya menulis artikel ini misalnya, biaya ini bisa
mencapai 1% per 15 hari atau 2% per bulan.



Kemudian dari pembicaraan serupa dengan salah satu bank syariah yang
memiliki produk gadai emas, saya peroleh informasi bahwa biaya yang
disebutnya sebagai biaya pemeliharaan ini mencapai Rp 5500/gram/per
bulan pada saat harga emas 24 karat Rp 312,000/gram atau 1.76%/bulan.



Besaran biaya di pegadaian yang 2% per bulan atau bank syariah 1.76%
ini secara rata-rata menjadi terlalu mahal untuk ngongkosi pembelian
emas yang hanya mengalami appresiasi nilai rata-rata 1.46% per tahun
dalam sepuluh tahun terakhir. Fluktuasi naik turunnya harga emas
bulanan yang sangat tinggi, menambah risiko Anda ketika membiayai
pembelian emas Anda dengan uang gadai atau pinjaman dari bank. Lihat
grafik diatas untuk ini. Ketika grafik emas berada dibawah garis merah
(biaya gadai) atau garis hijau (biaya bank), maka Anda pasti rugi.
Kerugian ini bisa Anda ketahui dengan melihat net worth (jumlah emas
terkumpul dikurangi jumlah hutang gadai/bank) yang lebih kecil dari
jumlah dana yang sudah Anda tanamkan pada investasi ini.



Memang bisa jadi ada yang menjadi kaya mendadak dengan cara ini ketika
grafik emas berada diatas grafik biaya gadai atau grafik biaya bank;
tetapi karena frekwensi dibawah kurang lebih sama dengan frekwensi
diatas, maka peluang untuk untung atau rugi mirip dengan peluang ketika
Anda melempar koin – bisa keluar kepala (head), bisa pula keluar ekor
(tail) – atau 50/50 peluangnya.



Berdasarkan data-data tersebut diatas-lah, maka saya tetap tidak
menganjurkan membangun kekayaan melalui proses hutang/gadai. Gadai
adalah produk yang sangat baik pada pada saat Anda membutuhkan dana
yang cepat dengan cara yang relatif mudah, namun gadai dalam pemahaman
saya tidak diperuntukkan sebagai instrument investasi.



Jadi bukan investasi emas-nya yang tidak menarik; dengan rata-rata
appresiasi nilai bulanan 1.46% per bulan atau 17.52 % per tahun dalam
10 tahun terakhir, investasi emas tetap sangat menarik untuk kebutuhan
investasi jangka panjang seperti biaya pendidikan anak, dana pensiun
dlsb. karena angka ini masih jauh lebih tinggi dari rata-rata hasil
investasi deposito dan sejenisnya. Yang tidak menarik adalah bila dana
untuk investasi tersebut Anda peroleh dari uang gadai atau pinjaman
bank, dana-dana ini bisa jadi lebih mahal dibandingkan hasil yang bisa
Anda harapkan – kalau hanya mengandalkan appresiasi harga emas pada
periode yang sama.



Investasi terbaik tetap memutar dana Anda di sektor riil; kalau ini
masih terlalu sulit bagi kebanyakn orang – maka emas atau Dinar
pilihannya. Bisa Anda gadaikan tentu saja pada saat dibutuhkan - bahkan
di Geraidinar menyediakan jasa ini untuk kliennya tanpa biaya apapun –
tetapi hanya untuk kebutuhan dharurat, bukan untuk kebutuhan investasi
yang spekulatif. Wa Allahu A’lam.



              

Pertama:

Dalam berbagai kesempatan sering saya kemukakan, bahwa orang yg pertama
kali membuka-kan mata saya serta menyadarkan saya tentang Emas adalah
bpk Muhaimin Iqbal, lewat berbagai artikel maupun bukunya. Walaupun
saya belum pernah berkesempatan untuk bertemu beliau maupun kontak dgn
beliau, tapi saya menganggap beliau sebagai mentor saya dalam dunia
emas. Oleh karena itu saya sering mereferensikan situs beliau bagi
teman2 yang ingin memilih berinvestasi di Dinar.



Kedua:

Artikel tersebut 100% benar...dan sesuai dengan apa yang saya tulis di
eBook saya dan karenanya tidak harus ada yang di bantah.... misalnya:






 Jangan pernah untuk membeli emas baik dgn cara konvensional maupun
jurus berkebun emas jika uang tersebut dalam jangka waktu pendek
(kurang dari setahun) akan Anda pergunakan.. . Saran saya dalam eBook,
dana yg dipergunakan adalah uang yg ditabung dari Primary Income
(Penghasilan Anda, baik dari gaji maupun bisnis) daripada Anda taruh di
Tabungan ato Deposito yg membuat nilai uang Anda turun terus....

Selalu dalam eBook saya tekankan untuk mencari Bank dgn biaya penitipan
yang menarik, makanya saya tidak pernah menyarankan untuk gadai di
pegadaian. Tapi bagaimana jika biaya penitipannya 2500/grm atau 3000
(seperti bank Kaltim) atau 3200 (bank jabar saat ini) atau seperti bank
mega yang walaupn 2% tp di hitung dari uang yg diterima bukan dari
nilai emas? memang kalau 5500/gram pasti tidak menarik. Dan saya yakin
kedepan biaya ini akan makin kompetitif antar bank, kenapa? makin
banyak bank masuk ke produk ini. Jadi betul sekali kalau dgn biaya
seperti di artikel tersebut tidak akan membuat investasi ini menarik.

Bisnis Sektor Rill adalah yang paling menarik...inipun betul 100%,
KebunEmas bukan bisnis, tapi cara beli/investasi Emas dengan cara yang
berbeda....bagaiman a mengamankan nilai asset (uang) kita dari inflasi
yg terus menurunkan nilai uang kita seperti yg sering di tulis di gerai
dinar. Jadi kebun emas memang bukan bisnis....



Kebun Emas adalah pengalaman yg pernah saya lewati selama kurun waktu 2
tahun terahir ini, memang saya tidak pandai alias bodoh kalau soal
hitung-menghitung, makanya seringkali saya pakai hitungan orang
lain....trus action...eh ternyata bagus juga....makanya aku share di
EU, Seminar dsb....termasuk eBook.... Maklum guru bisnisnya kan otak
kanan banget...(Purdi E Chandra) hehehe....



Terahir, salah satu Bank yakni Mega Syariah memodifikasi konsep kebun
emas...dan cukup menarik menurut saya...saya modifikasi lagi....jadi
sangat menarik...tunggu. ..saya tulis di forum ini...itung2 update
eBook...



Salam,










    
     

    
    


 



  





Kirim email ke