iscab:

Mengenai Guru dan jam kerjanya.

Saya pernah menjadi guru SMA swasta elit di Bandung. Waktu itu tahun
2004, saya mendapat honor Rp 30.000,- per jam pelajaran (40 menit) lalu
naik ke Rp 35.000,- per jp.
jp artinya jam pelajaran.

Apakah honor itu menyenangkan?
Menurutku sih honor tersebut besar, karena aku mengajar sekitar banyak
kelas. Masing-masing kelas 2 jam. Per kelasnya ada maksimal 40 murid.
Tapi honor tersebut tidak menyenangkan.

Saya berikan perhitungannya.

Seorang guru, seperti saya mengajar setiap 1 jp (jam pelajaran), 40
menit, artinya
- 1 jp (40 menit) mempersiapkan bahan ajar atau tugas atau ujian/ulangan
- 1 jp mengajar di kelas atau memberikan tugas atau ujian/ulangan
- 1 jp mengevaluasi atau memeriksa tugas atau ujian/ulangan
Total beban waktu 120 menit per 1 jp.

Jadi mengajar 1 jp setara dengan 2 jam kerja.

UMR kota Bandung pada tahun 2004 adalah Rp 660.000,- per 40 jam kerja.
Nah, seorang guru sepertiku jika ingin bekerja seperti para buruh, maka
harus mengambil 20 jp (jam pelajaran).

Nah sekarang Rp 660.000 dibagi 20 jp.
Hasilnya Rp 33.000,- per jp.
Honorku Rp 30.000,- tahun 2003 dan Rp 35.000,- tahun 2004 untuk setiap
jam pelajaran.
Jadi intinya gaji guru di sebuah sekolah swasta elit Kota Bandung kaga
jauh beda dengan upah minimum untuk para buruh.

Kalian tahu berapa honor guru di sekolah swasta yang tidak elit?
Mungkin bisa di bawah Rp 10.000,- per jp.

Bahkan di Jakarta saja, terutama mereka yang mengajar di Kepulauan
Seribu, honor guru per 1 jp mungkin cuma Rp 1.000 - Rp 2.000 per jp.
UMR Jakarta lebih tinggi daripada UMR Kota Bandung.

Jadi Indonesia harus berterimakasih kepada guru-guru yang masih mau
mengajar walau dibayar dengan gaji di bawah UMR.
Di tangan guru-guru bergajirendahlah, masa depan bangsa ini.


Condro



Kirim email ke