Setuju Pak. Makanya, problemnya kan bagaimana supaya guru tak lari sana-sini untuk nyambi gara-gara "full-time" pay (meminjam istilah Pak Satria) yang diterima jauh dari cukup, walaupun katanya sudah "full-time." Saya senang bahwa para guru atau mantan guru, meski bukan berstatus PNS, yang ada di milis ini bersuara semua menceritakan suka-duka hidup mereka sehari-hari sebagai seorang guru. Semoga bisa membuka mata para pembuat kebijakan pendidikan, para pejabat diknas, dan para konsultannya. manneke
zugarsonic <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Sorry ikut nimbrung juga..... Setahu saya memang penghasilan guru part time di BimBel lebih besar, apalagi Les Privat. Oleh karena itu utk menutupi kekurangan gaji pokok banyak guru yg harus "Nyambi" kesana kemari dari sore sampai malam. Lalu kapan waktu utk mempersiapkan bahan pelajaran utk murid2nya (dgn mutu tinggi), memperdalam IT (supaya melek Teknologi), memperdalam ilmu faknya, dll? Mungkin mulai banyak guru yg dpt melakukan itu semua, shg Indonesia sudah mulai unjuk gigi di Olimpiade Fisika Internasional, lalu apa yg sudah mereka (guru) terima?? Dulu Malaysia mengimpor guru/dosen dari Indonesia, sekarang di bdg pend, Ind sdh tertinggal dr Malaysia, mungkin karena penghargaan mereka sangat tinggi kpd guru (antara lain indikatornya ya penghasilan/honor relatif dibandingkan profesi lainnya) Memang kita tdk bisa membandingkan dgn negara lain, oleh krn itu saya membandingkan relatif dgn profesi lainnya, misalnya guru di Ind, gajinya mungkin jauh dibawah penghasilan tukang ngamen di perempatan lampu merah... Paulus SB
