Rekan Luka_igna,
Saya kok punya pendapat lain. Menurut saya, pelanggar terbesar
aturan dan rambu2 lalu lintas ya Polantas sendiri. Saya sering
melihat pembiaran yang dilakukan Polantas terhadap pengemudi sepeda
motor, bajaj& angkutan umum. Padahal disisi lain, begitu ada mobil
pribadi yang melanggar sedikit saja, dengan sigap dan cepat sang
Polantas menindak. Tanpa berburuk sangka pun orang sudah tahu,
kenapa hal itu dilakukan Polantas?
Kalau penegak hukum yang notabene lebih paham masalah hukum dan
karenanya mempermainkan hukum itu sendiri, tinggal tunggu waktu saja
untuk memetik buah2nya, yaitu kekacauan, anarkhi, dan pembangkangan
publik. Saya kira no.1&2 sudah dan sedang kita hadapi, tinggal lihat
saja, kapan yang no.3 terjadi, walaupun saya sangat miris dan tidak
mengharapkan itu terjadi.
Karena itu, wahai para bapak Polisi, tegakkan aturan dan hukum tanpa
diskriminasi. Tindak pelanggar tanpa melihat siapa pelanggarnya.
tabik,
jonas

--- In [email protected], "luka_igna"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Untuk mengubah perilaku pelanggar-pelanggar rambu-rambu jalan
serta
> marka adalah adanya disiplin serta mempunyai rasa malu untuk
> melanggar. Kembali pada diri sendiri demikian juga dalam berbagai
> hal seperti korupsi serta mau berubah walaupun ditindak oleh
aparat
> paling-paling beberapa hari bisa sadar tetapi kemudian hari
melnggar
> kembali.Apalagi kalau aparatnya mata duitan, sama saja boong.

Kirim email ke