Bung Edy,
   
  Perlu dibedakan antara "amoral" dan "immoral". Dalam bahasa Inggris, yang 
pertama merujuk pada hewan, yang seperti kata Anda, tak punya kapasitas moral 
sama sekali dan sepenuhnya didominasi instink. Istilah kedua mengacu pada 
manusia yang semestinya bermoral tapi lalu melakukan tindakan yang bertentangan 
dengan moralitas itu. Jadi, kita berdua sama-sama tak salah. Soalnya cuma pada 
persitilahan.
   
  manneke

Edy P <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Bung Manneke,

Menurut saya (semoga saya keliru), hewan tidak bisa disebut "amoral" (tidak 
mengenal moral). Hewan memang lebih dikendalikan oleh insting (perilaku 
instingtif). Moral (Latin: mores -- hal-hal baik) memang hanya ada pada 
tatataran manusia yang diberi keistimewaan oleh Tuhan Sang Maha Pencipta 
kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan yang tidak baik, mana yang 
sebaiknya dilakukan dan tidak dilakukan, dll. Maka manusia bisa disebut 
bertindak "amoral" ketika ia berbuat tidak sesuai dengan kaidah-kaidah moral 
yang berlaku umum.

"Sense of morality" memang khas pada tataran manusia yang diberi kebebasan.

Terimakasih.
Salam hormat saya untuk Bung Manneke dengan pencerahan-pencerahannya yang 
bernas.

yr. edy purwanto pr

Kirim email ke