Salam,

Sarjana? Memang kompleks. Disatu sisi lembaga pemerintahan ingin ada pengakuan 
dari lembaga, tapi jika orang tersebut akan menjadi presiden tentu tidak perlu 
dikhawatirkan kredibilitasnya tapi yang jadi masalah adalah anggota DPRnya.

Menurut saya pribadi sarjana tidak perlu digunakan atau dicantumkan. Kalau 
orang pintar ya tetap pintar kalau orangnya gak pintar ya gak pintar. Tapi saya 
hanya orang kecil dengan pemikiran kecil. Tolong jika ada tanggapan atau 
koreksi silahkan kita diskusi.

Salam,

john simon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Mas 
Harry,
 Di kantor saya yg lama (sebelum di likuidasi), semua pejabatnya, dari level 
"biasa" sampai Presdir tidak ada yang mencantumkan "gelar" di kartu nama maupun 
dalam surat-menyurat. Padahal mayoritas lulusan universitas top dari dalam dan 
luar negri.
 Mungkin kita bisa belajar dari Jepang, yang lebih mengutamakan "isi" daripada 
"kemasan".
 
 Salam.
 
 

Kirim email ke