Jadi inget begitu keras respon di milis ini (mungkin dari para feminis kali)
atas respon pak Iwan tentang Shasa beberapa waktu lewat. Pak Manneke di
puja---Pak Iwan Wibawa di hujat (pernyataannya dianggap menindas kali ya dan
stereotipe??)...meski kedengarannya keduanya menunjuk pada manusia yang sama
yaitu "begonya" laki-laki dengan penyebab yang berbeda ...dan tidak bisa
dipungkiri bahwa ada juga wanita yang menjadi penyebab "kegagalan" dari
laki-laki, misalnya menjadi penyebab suami korupsi (banyak lho ibu-ibu pejabat
yang kalo belanja luar biasa..soale temen saya waktu kuliah di US pernah nyambi
jadi sopir tamu dari kedutaan terutama para ibu-ibu pejabat kalo lagi pergi
shoping) dan lainnya----dan bisa jadi memang laki-laki tersebut "brengsek".
Lalu contoh dari ibu Mariana Amirudin yang mengatakan bahwa dengan suka
manjat pohon, renang,dll..sudah merasa terdiskriminasi oleh masyarakat sebagai
masalah jender--saya malah lebih parah selain semua itu, saya juga berantem
sama yang namanya temen laki-laki, main gundu bersama..dari observasi terhadap
pertumbuhan dua saudara yang lahir hampir bersamaan kebetulan yang satu laki
satu lagi wanita...dalam pertumbuhan dan perkembangannya keduanya menunjukkan
minat yang memang berbeda mulai dari masalah warna sampai pakaian (kedua orang
tua sepakat tidak membedakan perlakuan dan tidak memberi treatment yang
berbeda)--lalu ketika saya tanya ke psikolog anak kenapa kok mereka tetap
berbeda padahal oranga tua tidak membedakan.
Pertanyaannya (muncul dari rasa ingin tahu atas respon-respon yang muncul
"menghujat" pak Iwan)...
sebenarnya stereotipe jender ini muncul dari mana, pendekatan apa yang
digunakan untuk pijakan; pendekatan trait, dimensi, tipologi atau yang lain?
dan bagaimana merubah sistem yang dianggap menindas kaum wanita ini? Lalu
bagaimana dengan budaya Minagkabau yang matriarki?
Terimaksih untuk jawabannya, kalau dijawab he..he..
salam,
_CI_
redaktur web <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Apakah Saya Seorang Feminis?
Jurnalis: Henny Irawati
Jurnalperempuan.com-Jakarta. Belajar tentang diri (self) menjadi salah satu
pondasi penting dalam mempelajari feminisme. Berangkat dari pemahaman tentang
diri tersebut, pemilahan individu sebagai perempuan dan laki-laki menjadi lebih
gamblang. Dengan demikian formasi sistem bentukan masyarakat yang diskriminatif
terhadap salah satu jenis kelamin tertentu diharapkan lebih jernih terbaca.
Manager Program Yayasan Jurnal Perempuan Mariana Amiruddin bersama Editor
Jurnal Perempuan Mikael Johani memandu materi itu di hari pertama workshop
feminisme yang digagas YJP dengan tajuk ?Bagaimana Menjawab Persoalan
Perempuan?.
Mariana memulai dengan menceritakan pengalamannya dianggap aneh karena, sebagai
anak perempuan, ia gemar berenang dan memanjat pohon. ?Anak perempuan, menurut
mereka, tidak memanjat pohon, tidak suka berenang, dan harusnya suka memakai
rok,? paparnya dalam workshop yang digelar di kantor YJP dan akan berlangsung
sejak 9 sampai dengan 20 April 2007 tersebut.
Peserta yang berjumlah sekitar 20an pun diminta berbagi pengalaman dibedakan
karena jenis kelamin perempuan. Berbagai pengalaman hadir dari sejumlah
peserta. Sebut saja Tasnim Jusuf yang bekerja di Yayasan Indonesia untuk
Kemanusiaan merasa dilecehkan ketika nama yang disandangnya terdengar lebih
lazim dipergunakan laki-laki. Di masyarakat, bahkan namapun, mengalami
pengkotak-kotakan.
Lanjutan perdebatan dan diskusi pada hari pertama ini dapat dibaca di
http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-801%7CP
Baik Mariana maupun Mikael tidak keberatan dengan adanya pertanyaan dan
perdebatan yang terus mengalir dari peserta. Hanya saja mereka mengingatkan,
?ini baru pemanasan.? Esok dan 7 hari mendatang, masih ada aktivis dan
akademisi lain yang akan berbagi pemahamannya tentang feminisme. Mereka di
antaranya Gadis Arivia, Nur Iman Subono, Jaleswari Pramodhawardani, Melani
Budianta, Sri Kusyuniati, dan yang baru-baru ini mendapat penghargaan
International Courage of Women Musdah Mulia.
best regard,
Redaktur Website Jurnalperempuan.com
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]