[melly:] Saya pikir melihat angka 11 T atau 14,6 T harus juga dengan konteks jumlah yang diperoleh PTFI (biasanya Freeport menyingkat perusahaan mereka sebagai PTFI dan bukan PTFP, Pak Nuzul juga menulis seperti itu) setiap tahunnya. Saya tidak akan melihat berapa yang akhirnya bisa betul-betul dipakai (dan bukan terkorupsi di tingkat daerah), tetapi saya juga ingin ini dilihat dengan "cost" yang keluar bagi Papua. Soal penurunan kualitas lingkungan, soal sosial budaya yang berubah, dan juga nyawa yang meregang disitu - yang seharusnya tidak bisa sekedar dinilai angka. Melihat ini, saya sih agak sulit untuk mengatakan "Lumayan". Rasanya impact yang ditulis Pak Nuzul juga memang tidak melihat hal tersebut. Saya seperti sedang membaca brosur PTFI. Salam Mellyana
From: B. Dwiagus Stepantoro 2. Mungkin harus ada pembedaan sedikit antara jenis2 dana perimbangan: bagi hasil,DAU dan DAK. Kalau terkait dengan PT Freeport, yang menyumbang penerimaan nasional, akan ada perhitungan bagi hasil penerimaan negara dari sektor pertambangan sebesar 20% utk pusat : 80% utk daerah bersangkutan. Kalau DAU itu perhitungan pengalokasikan MINMAL 25% dari pendapatan dalam negeri yang dicantumkan di APBN kemudian dibagikan secara proporsional ke masing2 daerah berdasaran perhitungan lain menggunakan berbagai macam indeks kebutuhan,ada semacam bobot kebutuhan dan potensi. Nanti lari ke propinsi dan kabupaten dengan proporsi 10%bagian provinsi,90% bagian kabupaten/kota. Kalau DAK, kayakanya lebih khusus lagi perhitungannya,.... ini mungkin termasuk dana alokasi khusus bagi daerah tertinggal, yang membutuhkan perhatian khusus..... Jadi kalau ada data dari Pak Nuzrul, tentang penerimaan negara yagn didapat dari PT FP, mestinya sudah kegambar sedikit berapa yang mestinya didapat Papua, ... thn 2006: hampir 14,6 T sudah diberikan ke APBN,.. mestinya paling sedikit 11T diterima Papua. Lumayan.

