Pak Nuzul dan rekan2 ysh.,

Betul Pak Nuzul, spatial economists memang banyak di Eropa, di francophone 
sendiri ada JF Thisse yg belum lama ini bersama Combes dan Mayer menerbitkan 
buku Economic Geography: The Integration of Regions and Nations... beberapa 
ilmuwan Belanda malah mengusulkan nama Geographical Economics yg berada di 
bawah disiplin Ekonomi utk membedakan dgn traditional economic geography yg 
berada di bawah disiplin geography...

Dari pihak geographers juga ada Denise Pumain, atau kelompok Alain Lipietz dan 
Georges Benko yg mengusulkan istilah New Socio-Economic Geography dgn 
pendekatan yg bertolak belakang dgn NEG, kelompok ini dekat dgn geograf/planner 
UCLA seperti Scott dan Storper...Saya melihat tumbuh suburnya Economic 
Geography di Eropa dipicu oleh pembentukan EU... berbagai studi seperti ESDP 
mengadopsi pendekatan economic geography...

Terimakasih atas apresiasi bapak thd thesis/disertasi saya, sebetulnya ada 2 
pendekatan analisis yg saya gunakan: yg pertama spatial statistics dan yg kedua 
Braudelian historical geography... saya pernah berdiskusi dgn Pak Ibenk (Ibnu 
Syabri) soal ini, ternyata beliau juga mendevelop sebuah software spatial 
statistics... saya sendiri menggunakan software philcarto yg didevelop oleh 
seorg geograf Prancis, bisa didownload gratis di sini (apabila bapak atau 
rekan2 lain ada yg tertarik):
http://philcarto.free.fr/
software tsb dlm 3 bhs (termasuk Inggris), sayangnya buku petunjuk penggunaan 
utk versi terbaru msh belum diterjemahkan ke Bhs Inggris, tapi versi yg 
sebelumnya sudah...

salam hangat..




--- On Sun, 10/25/09, Nuzul Achjar <[email protected]> wrote:

From: Nuzul Achjar <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Re: KaBappenas Blm Pernah Planolog, Kenapa?
To: [email protected]
Date: Sunday, October 25, 2009, 7:01 AM






 




    
                  Pak Risfan, mas Eko, Uda Eka, Pak Bambang SP, dan sahabat 
Referensiers Ysh,
 
Benar sekali apa yang dikemukakan oleh pak Risfan bahwa pendekatan "mainstream 
economics" yang sangat teoritis seringkali tidak melihat realitas yang ada, 
khususnya dalam konteks kebijakan. Tapi memang itulah tugas ilmu ekonomi murni 
barangkali ya... Teman-teman saya yang mainstream economist seringkali guyon: 
pertumbuhan ekonomi di Jakarta tahun 2010 akan mencapai 6%. Tapi kalau tidak 
direcoki oleh economist, DKI akan bertumbuh 7%... he he he. Jadi intinya, 
ketika kita sudah berbicara pada tataran policy maka harus ada kombinasi antara 
realitas lapangan dan landasan teoritis.

 
Dari sisi realitas inilah maka barangkali economic geography mencoba menjembati 
dunia teoritis dengan kondisi real. Kondisi real tersebut adalah bahwa 
pendekatan kebijakan untuk daerah maritim seharusnya berbeda dengan daerah 
kontinental. Inflasi di Kepulauan Riau tidak semata-mata karena "demand 
pull", "cost push inflation" ataupun "imported inflation", tetapi karena faktor 
kondisi geografis yang akan berpengaruh terhadap transport cost.

 
Saya kira Eropa cukup kuat kajian "spatial economics" (yang bersinggungan 
sangat erat dengan economic geography), dengan tokoh antara lain Peter 
Nijkamp (Vrij) , Rietveld, Dirk Stelder, dll, demikian juga beberapa scholars 
di di London School School of Economics and Political Science (LSE), Skandiavia 
(Swedia, Norwegia). Banyak tulisan scholar spatial economist yang berbicara 
tentang cluster, regional innovation, smal medium enterprises. (SME). Tentu 
saja di Prancis cukup kuat, khususnya tempat rekan Eko belajar. Hal-hal inilah 
yang tidak diketemukan dalam "mainstream economics", namun mahasiswa tetap 
punya dasar teori ekonomi mikro dan makro, termasuk konsep perencanaan 
(ekonomi).

 
Wah senang sekali dengar bahwa disertasi rekan Eko yang akan pakai Spatial 
Statistics. Para ekonom sudah semakin sadar dan mulai menyadari jika spatial 
statistics lebih tepat digunakan dalam konteks regional. Saya kira rekan Ibnu 
Syabri (pengajar PL ITB) adalah salah satu scholar yang paham betul spatial 
statistics dan spatial econometrics.  Bravo rekan Eko.

 
Wassalam,
 
Nuzul Achjar
 
    

 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke