saya pikir bank syariah tidak mesti dipahami sebagai bank yang kemudian 
meminimalisir bunga atau lebih jauh menghilangkan bunga. karena semangat 
ekonomi Islam harusnya tidak hanya tercermin dari meminimalisir riba atau 
menghilangkan riba saja tetapi semangat untuk mengeluarkan masyarakat dari 
belenggu kemiskinan, sekarang kita lihat apakah ada  kontribusi lembaga 
keuangan syariah atau bank khususnya dalam upaya  mendorong sektor riil, saya 
pikir itu yang saat ini belum terlihat upaya bank syariah kesana (komitmen 
untuk mendorong sektor riil sebagai bagian dari upaya melepaskan masyarakat 
dari belenggu kemiskinan). bisa jadi kemudian muncul bank-bank konvensional 
yang memiliki komitmen untuk menggerakkan sektor riil atau lebih jauhnya dengan 
berani menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan jika benar seperti 
itu saya pikir apayang dilakukan bank konvensional lebih mulia dibanding bank 
syariah yang tidak punya semangat untuk membantu
 masyarakat keluar dari garis kemiskinan, saya pikir sudah saatnya sekarang 
praktisi bank syariah keluar dari pemahaman sempit mengenai simbol-simbol agama 
yang diejawantahkan dalam bentuk meminimalisir riba atau menghilangkan riba 
tapi mari bersama-sama bergerak membantu masyarakat kita keluar dari garis 
kemiskinan

--- Pada Ming, 4/1/09, Ascarya <[email protected]> menulis:
Dari: Ascarya <[email protected]>
Topik: RE: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba?
Kepada: [email protected], [email protected]
Tanggal: Minggu, 4 Januari, 2009, 9:46 PM










    
            



Assalamu’alaikum wr.wb. 
   
Indonesia sekarang semakin menuju system keuangan ganda (ada bank konv ada bank 
syariah, ada pasar modal konv ada pasar modal syariah, ada asuransi konv ada
 asuransi syariah atau takaful, dst.). Oleh karena itu perlu juga didukung oleh 
bank sentral ganda (sebagai otoritas moneter), departemen keuangan ganda 
(sebagai otoritas fiscal), dan yang lain-lainnya juga harus ganda. 
Mengenai bank syariah saat ini masih mengandung unsur riba, itu memang benar, 
tetapi bukan karena yang dikatakan Ibu Dian. Pak Gunawan Wibisono benar. Tetapi,
 yang saya maksud bank syariah masih mengandung riba karena dua hal. Pertama, 
uang yang kita gunakan masih uang kertas atau fiat money yang penciptaan dari 
awalnya sudah mengandung riba, kecuali kita kembali ke gold standard. Kedua, 
Perbankan syariah juga menerapkan
 fractional reserve banking yang menciptakan uang bank, yang juga tidak ada 
‘countervalue’-nya, sehingga juga mengandung riba, kecuali Perbankan syariah 
menerapkan 100 percent reserve banking atau narrow banking atau free banking. 
Namun demikian, bank syariah jauh lebih baik dibandingkan dengan bank 
konvensional. Supaya keadaan di Indonesia yang menganut system keungan ganda 
menjadi
 lebih baik, porsi syariah dari system keuangan Indonesia harus dibesarkan 
sampai melampaui titik dimana keuangan konvensional tidak dominan lagi. Dengan 
demikian, keuangan Islam akan menjadi benchmark, sedangkan keuangan 
konvensional akan mem-benchmark ke
 keuangan Syariah. Caranya? Masing-masing kita harus ikut berkontribusi. 
Minimal semua transaksi keuangan kita sehari-hari kita lakukan secara syariah 
(banknya bank Syariah, asuransinya takaful, reksadananya syariah, dst.). 
   
Wallahu ‘alam bishowab. 
Wassalamu’alaikum wr.wb. 
   
Ascarya    
   


From: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com [mailto:ekonomi- syar...@yahoogro 
ups.com]
On Behalf Of gunawan wibisono

Sent: Tuesday, December 30, 2008 10:23 PM

To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com; dianpur2000@ yahoo.com

Subject: Re: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba? 


   








aduhhh.. kenapa ya kita tidak bs melihat sisi lain dari Bank Syariah..... 
......... ... 


  


Ibu Dian.... Bank Syariah belum pernah mendapatkan modal dari Bank Indonesia... 
. krn bank syariah blm pernah menerima BLBI........ . kl masalah dana (uang) 
dari bank syariah bercampur dengan uang yang berasal dari bank konvensional 
ya mungkin
 saja soalnya kita wong kita hidup bermasyarakat. ....... apa tidak boleh orang 
yang memiliki dana di bank konvensional menyimpan dana di bank syariah..... 
aduh kasian amat ya kl gitu uang yg beredar dimasyarakat harus diberikan tanda 
mana yg syariah dan mana
 yg bukan...... weleh 3x kasian dong orang yang pingin berbisnis dengan bank 
syariah harus memilah2 dananya..... kl menurut saya yang harus kita garis 
bawahi adalah dana yang telah kita setorkan ke Bank syariah harus dikelolah 
dengan prinsip syariah dan tidak
 menghasilkan RIBA  gitu loohh....... ..  setuju kan........ karena berdasarkan 
akad yang tekah diperiksa dan dianalisa oleh para Dewan Pengawas Syariah itu 
sudah benar..... 


  


Tidak usah bingung ibu Dian........ Insya Allah Bank Syariah dikelola dengan 
prinsip Syariah..... kalo boleh tahu ibu Dian jd nasabah di Bank Syariah Mana? 


  


from : gunawanwibisono@ yahoo.com 


. 




12/08, Remington Flower <panglimunan@ yahoo.com> menulis: 


Dari: Remington Flower <panglimunan@ yahoo.com>

Topik: Re: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba?

Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com

Tanggal: Selasa, 30 Desember, 2008, 12:34 AM 







Memang kaidah agama tidak boleh mencampur antar yang haq dengan yang bathil



Kalau mau membahas soal riba, riba dapat masuk dari pintu debitur maupun pintu 
kreditur.

Bicara idealisme, seharusnya pemerintah memberikan dukungan bahwa bank sentral 
syariah di satu sisi dan bank sentral konvensional di satu sisi.



Dan idealnya, gubernur bank sentral syariah diberi kewenangan yang sama kuat 
dengan gubernur bank sentral konvensional.



Merujuk pada nilai intrinsik dan ekstrinsikl pada uang kertas kita, itu sudah 
tidak bisa dibenarkan karena nilai nominal dan nilai bahan untuk membuat uang 
kertas kita tidak sepadan



Perlu dimengerti bahwa dukungan kuat dari pemerintah beserta undang-undang 
perbankan syariah hendaknya memberi kebebasan kepada para pegiat ekonomi 
syariah untuk menyuarakan kepentingan ekonomi syariah dalam rangka memperbaiki 
tatanan muamalah bangsa indonesia
 umumnya, dan muslim khususnya



Kata-kata "tercemar riba" menunjukkan :

1. Riba lah yang masih kuat di tata perekonomian bangsa kita, dalam arti 
pembangunan infrastuktur selama ini masih di biayai oleh keuntungan riba

2. Riba yang mencemari ini perlu dipersempit ruang geraknya dan kemudian di 
bersihkan secara tuntas



Ada pepatah "setitik nila rusak sebelanga" semoga kita ikut andil memperbaiki 
tatanan muamalah di sekitar kita setahap demi setahap jangan kita mencela tapi 
tidak berbuat apa-apa.



demikian jawaban singkat ini

Ari Pramudya



pengurus BMT NUR IKHLAS

Yogyakarta - Sleman



Kalau belum puas, silakan bertanya lagi



--- On Wed, 12/24/08, Dian <dianpur2000@ yahoo.com> wrote: 
From: Dian <dianpur2000@ yahoo.com>

Subject: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba?

To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com

Date: Wednesday, December 24, 2008, 3:39 AM 



Assalamu'alaykum Wr.Wb.



Mohon maaf bila masalah ini pernah dibahas, 

saya tidak mengikuti diskusi di milis ini 

sebelumnya. Saya tidak punya latar belakang 

pendidikan ekonomi, apalagi ekonomi syariah.



Beberapa hari lalu teman saya, seorang 

pengusaha, mengatakan bahwa kalo kita

menabung di Bank Syariah, tidak dijamin

bebas dari Riba, sama saja dengan di 

bank konvensional. 



Katanya meskipun transaksi antara nasabah 

dengan Bank Syariah menggunakan kaidah 

Syariah, namun tetap masih tercemar dengan Riba. 



Alasannya, katanya karena bank syariah itu 

menyetorkan dananya ke Bank Indonesia, 

sehingga tercampur dengan dana dari bank 

konvesional lainnya.



Demikian juga, Bank Syariah, mendapatkan

kucuran modal uang Riba dari Bank Indonesia 

sebagai bank sentral.



Saya sebagai nasabah bank syariah, jadi bingung 

juga. Benarkah demikian? Mohon pencerahannya.



Jazakumullahu khairan.



wassalam, 

dian 



 















   



Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru
Akhirnya datang juga! 

  




"This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure,
 copying or dissemination of this e-mail and any attachment is strictly 
prohibited and you should immediately delete it. This message does not 
necessarily reflect the views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been 
checked for computer viruses, Bank
 Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus and any 
malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient should 
check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of e-mail 
transmission through Internet.”





      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka 
dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke