Assalamu’alaikum wr.wb.

Indonesia sekarang semakin menuju system keuangan ganda (ada bank konv ada bank 
syariah, ada pasar modal konv ada pasar modal syariah, ada asuransi konv ada 
asuransi syariah atau takaful, dst.). Oleh karena itu perlu juga didukung oleh 
bank sentral ganda (sebagai otoritas moneter), departemen keuangan ganda 
(sebagai otoritas fiscal), dan yang lain-lainnya juga harus ganda.
Mengenai bank syariah saat ini masih mengandung unsur riba, itu memang benar, 
tetapi bukan karena yang dikatakan Ibu Dian. Pak Gunawan Wibisono benar. 
Tetapi, yang saya maksud bank syariah masih mengandung riba karena dua hal. 
Pertama, uang yang kita gunakan masih uang kertas atau fiat money yang 
penciptaan dari awalnya sudah mengandung riba, kecuali kita kembali ke gold 
standard. Kedua, Perbankan syariah juga menerapkan fractional reserve banking 
yang menciptakan uang bank, yang juga tidak ada ‘countervalue’-nya, sehingga 
juga mengandung riba, kecuali Perbankan syariah menerapkan 100 percent reserve 
banking atau narrow banking atau free banking.
Namun demikian, bank syariah jauh lebih baik dibandingkan dengan bank 
konvensional. Supaya keadaan di Indonesia yang menganut system keungan ganda 
menjadi lebih baik, porsi syariah dari system keuangan Indonesia harus 
dibesarkan sampai melampaui titik dimana keuangan konvensional tidak dominan 
lagi. Dengan demikian, keuangan Islam akan menjadi benchmark, sedangkan 
keuangan konvensional akan mem-benchmark ke keuangan Syariah. Caranya? 
Masing-masing kita harus ikut berkontribusi. Minimal semua transaksi keuangan 
kita sehari-hari kita lakukan secara syariah (banknya bank Syariah, asuransinya 
takaful, reksadananya syariah, dst.).

Wallahu ‘alam bishowab.
Wassalamu’alaikum wr.wb.

Ascarya

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
On Behalf Of gunawan wibisono
Sent: Tuesday, December 30, 2008 10:23 PM
To: [email protected]; [email protected]
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba?

aduhhh.. kenapa ya kita tidak bs melihat sisi lain dari Bank 
Syariah.................

Ibu Dian.... Bank Syariah belum pernah mendapatkan modal dari Bank 
Indonesia.... krn bank syariah blm pernah menerima BLBI......... kl masalah 
dana (uang) dari bank syariah bercampur dengan uang yang berasal dari bank 
konvensional ya mungkin saja soalnya kita wong kita hidup bermasyarakat........ 
apa tidak boleh orang yang memiliki dana di bank konvensional menyimpan dana di 
bank syariah..... aduh kasian amat ya kl gitu uang yg beredar dimasyarakat 
harus diberikan tanda mana yg syariah dan mana yg bukan...... weleh 3x kasian 
dong orang yang pingin berbisnis dengan bank syariah harus memilah2 
dananya..... kl menurut saya yang harus kita garis bawahi adalah dana yang 
telah kita setorkan ke Bank syariah harus dikelolah dengan prinsip syariah dan 
tidak menghasilkan RIBA  gitu loohh.........  setuju kan........ karena 
berdasarkan akad yang tekah diperiksa dan dianalisa oleh para Dewan Pengawas 
Syariah itu sudah benar.....

Tidak usah bingung ibu Dian........ Insya Allah Bank Syariah dikelola dengan 
prinsip Syariah..... kalo boleh tahu ibu Dian jd nasabah di Bank Syariah Mana?

from : [email protected]<mailto:[email protected]>
.

12/08, Remington Flower <[email protected]> menulis:
Dari: Remington Flower <[email protected]>
Topik: Re: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 30 Desember, 2008, 12:34 AM
Memang kaidah agama tidak boleh mencampur antar yang haq dengan yang bathil

Kalau mau membahas soal riba, riba dapat masuk dari pintu debitur maupun pintu 
kreditur.
Bicara idealisme, seharusnya pemerintah memberikan dukungan bahwa bank sentral 
syariah di satu sisi dan bank sentral konvensional di satu sisi.

Dan idealnya, gubernur bank sentral syariah diberi kewenangan yang sama kuat 
dengan gubernur bank sentral konvensional.

Merujuk pada nilai intrinsik dan ekstrinsikl pada uang kertas kita, itu sudah 
tidak bisa dibenarkan karena nilai nominal dan nilai bahan untuk membuat uang 
kertas kita tidak sepadan

Perlu dimengerti bahwa dukungan kuat dari pemerintah beserta undang-undang 
perbankan syariah hendaknya memberi kebebasan kepada para pegiat ekonomi 
syariah untuk menyuarakan kepentingan ekonomi syariah dalam rangka memperbaiki 
tatanan muamalah bangsa indonesia umumnya, dan muslim khususnya

Kata-kata "tercemar riba" menunjukkan :
1. Riba lah yang masih kuat di tata perekonomian bangsa kita, dalam arti 
pembangunan infrastuktur selama ini masih di biayai oleh keuntungan riba
2. Riba yang mencemari ini perlu dipersempit ruang geraknya dan kemudian di 
bersihkan secara tuntas

Ada pepatah "setitik nila rusak sebelanga" semoga kita ikut andil memperbaiki 
tatanan muamalah di sekitar kita setahap demi setahap jangan kita mencela tapi 
tidak berbuat apa-apa.

demikian jawaban singkat ini
Ari Pramudya

pengurus BMT NUR IKHLAS
Yogyakarta - Sleman

Kalau belum puas, silakan bertanya lagi

--- On Wed, 12/24/08, Dian <dianpur2000@ yahoo.com> wrote:
From: Dian <dianpur2000@ yahoo.com>
Subject: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba?
To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, December 24, 2008, 3:39 AM
Assalamu'alaykum Wr.Wb.

Mohon maaf bila masalah ini pernah dibahas,
saya tidak mengikuti diskusi di milis ini
sebelumnya. Saya tidak punya latar belakang
pendidikan ekonomi, apalagi ekonomi syariah.

Beberapa hari lalu teman saya, seorang
pengusaha, mengatakan bahwa kalo kita
menabung di Bank Syariah, tidak dijamin
bebas dari Riba, sama saja dengan di
bank konvensional.

Katanya meskipun transaksi antara nasabah
dengan Bank Syariah menggunakan kaidah
Syariah, namun tetap masih tercemar dengan Riba.

Alasannya, katanya karena bank syariah itu
menyetorkan dananya ke Bank Indonesia,
sehingga tercampur dengan dana dari bank
konvesional lainnya.

Demikian juga, Bank Syariah, mendapatkan
kucuran modal uang Riba dari Bank Indonesia
sebagai bank sentral.

Saya sebagai nasabah bank syariah, jadi bingung
juga. Benarkah demikian? Mohon pencerahannya.

Jazakumullahu khairan.

wassalam,
dian






________________________________
Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru 
<http://sg.rd.yahoo.com/sg/messenger/maxwell/*http:/id.messenger.yahoo.com/> 
Akhirnya datang juga!


________________________________
"This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet.”

<<image001.jpg>>

<<image002.jpg>>

Kirim email ke