Ass.ww Kalau mau melihat apakah bank konvensional atau bank syariah sudah berperan dalam membantu pengembangan sektor riil, dapat dilihat dari seberapa besar LDR (loan to deposit ratio) atau FDR (financing to deposit ratio, untuk bank syariah) yakni perbandingan antara dana yang dihimpun dari masyarakat dengan kredit atau Pembiayaan (bank sayariah) yang disalurkan kepada masyarakat. semakin tinggi LDR/FDR perbankan maka jelas bahwa bank tersebut sudah menyalurkan dana yang dihimpunnya dan sebaliknya semakin kecil, maka kemungkinan besar bank tersebut menyalurkan dananya ke money market/pinjaman antar bank untuk mendapatkan pendapatan.
Dari data-data publikasi perbankan yang kita lihat ternyata FDR bank syaraih jauh lebih tinggi dari LDR bank konvensional (bahkan ada bank syariah yang FDR nya mencapai 100%) yang berarti bahwa bank syariah telah melakukan upaya pengembangan sektor riil yang disebutkan oleh Bapak Rijal. jadi menurut saya, keliru bila analisa yang disimpulkan bahwa bank syariah belum melakukan peningkatan sektor rill. dan juga bank syariah tidak melakukan transaksi money market atas kelebihan dananya (over liquid) seperti yang dilakukan oleh bank konvensional. Disamping itu bank syariah tidak melakukan transaksi derivatif, seperti yang dilakukan oleh bank konvensional. demikian, semoga bermanfaat. Wallahu ‘alam bishowab. Wassalamu’alaikum wr.wb. ________________________________ From: rijal assidiq <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tuesday, January 6, 2009 8:05:12 PM Subject: RE: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba? saya pikir bank syariah tidak mesti dipahami sebagai bank yang kemudian meminimalisir bunga atau lebih jauh menghilangkan bunga. karena semangat ekonomi Islam harusnya tidak hanya tercermin dari meminimalisir riba atau menghilangkan riba saja tetapi semangat untuk mengeluarkan masyarakat dari belenggu kemiskinan, sekarang kita lihat apakah ada kontribusi lembaga keuangan syariah atau bank khususnya dalam upaya mendorong sektor riil, saya pikir itu yang saat ini belum terlihat upaya bank syariah kesana (komitmen untuk mendorong sektor riil sebagai bagian dari upaya melepaskan masyarakat dari belenggu kemiskinan). bisa jadi kemudian muncul bank-bank konvensional yang memiliki komitmen untuk menggerakkan sektor riil atau lebih jauhnya dengan berani menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan jika benar seperti itu saya pikir apayang dilakukan bank konvensional lebih mulia dibanding bank syariah yang tidak punya semangat untuk membantu masyarakat keluar dari garis kemiskinan, saya pikir sudah saatnya sekarang praktisi bank syariah keluar dari pemahaman sempit mengenai simbol-simbol agama yang diejawantahkan dalam bentuk meminimalisir riba atau menghilangkan riba tapi mari bersama-sama bergerak membantu masyarakat kita keluar dari garis kemiskinan --- Pada Ming, 4/1/09, Ascarya <[email protected]. id> menulis: Dari: Ascarya <[email protected]. id> Topik: RE: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba? Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, dianpur2000@ yahoo.com Tanggal: Minggu, 4 Januari, 2009, 9:46 PM Assalamu’alaikum wr.wb. Indonesia sekarang semakin menuju system keuangan ganda (ada bank konv ada bank syariah, ada pasar modal konv ada pasar modal syariah, ada asuransi konv ada asuransi syariah atau takaful, dst.). Oleh karena itu perlu juga didukung oleh bank sentral ganda (sebagai otoritas moneter), departemen keuangan ganda (sebagai otoritas fiscal), dan yang lain-lainnya juga harus ganda. Mengenai bank syariah saat ini masih mengandung unsur riba, itu memang benar, tetapi bukan karena yang dikatakan Ibu Dian. Pak Gunawan Wibisono benar. Tetapi, yang saya maksud bank syariah masih mengandung riba karena dua hal. Pertama, uang yang kita gunakan masih uang kertas atau fiat money yang penciptaan dari awalnya sudah mengandung riba, kecuali kita kembali ke gold standard. Kedua, Perbankan syariah juga menerapkan fractional reserve banking yang menciptakan uang bank, yang juga tidak ada ‘countervalue’-nya, sehingga juga mengandung riba, kecuali Perbankan syariah menerapkan 100 percent reserve banking atau narrow banking atau free banking. Namun demikian, bank syariah jauh lebih baik dibandingkan dengan bank konvensional. Supaya keadaan di Indonesia yang menganut system keungan ganda menjadi lebih baik, porsi syariah dari system keuangan Indonesia harus dibesarkan sampai melampaui titik dimana keuangan konvensional tidak dominan lagi. Dengan demikian, keuangan Islam akan menjadi benchmark, sedangkan keuangan konvensional akan mem-benchmark ke keuangan Syariah. Caranya? Masing-masing kita harus ikut berkontribusi. Minimal semua transaksi keuangan kita sehari-hari kita lakukan secara syariah (banknya bank Syariah, asuransinya takaful, reksadananya syariah, dst.). Wallahu ‘alam bishowab. Wassalamu’alaikum wr.wb. Ascarya From:ekonomi-syariah@ yahoogroups. com [mailto:ekonomi- syar...@yahoogro ups.com] On Behalf Of gunawan wibisono Sent: Tuesday, December 30, 2008 10:23 PM To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com; dianpur2000@ yahoo.com Subject: Re: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba? aduhhh.. kenapa ya kita tidak bs melihat sisi lain dari Bank Syariah..... ......... ... Ibu Dian.... Bank Syariah belum pernah mendapatkan modal dari Bank Indonesia... . krn bank syariah blm pernah menerima BLBI........ . kl masalah dana (uang) dari bank syariah bercampur dengan uang yang berasal dari bank konvensional ya mungkin saja soalnya kita wong kita hidup bermasyarakat. ....... apa tidak boleh orang yang memiliki dana di bank konvensional menyimpan dana di bank syariah..... aduh kasian amat ya kl gitu uang yg beredar dimasyarakat harus diberikan tanda mana yg syariah dan mana yg bukan...... weleh 3x kasian dong orang yang pingin berbisnis dengan bank syariah harus memilah2 dananya..... kl menurut saya yang harus kita garis bawahi adalah dana yang telah kita setorkan ke Bank syariah harus dikelolah dengan prinsip syariah dan tidak menghasilkan RIBA gitu loohh....... .. setuju kan........ karena berdasarkan akad yang tekah diperiksa dan dianalisa oleh para Dewan Pengawas Syariah itu sudah benar...... Tidak usah bingung ibu Dian........ Insya Allah Bank Syariah dikelola dengan prinsip Syariah..... kalo boleh tahu ibu Dian jd nasabah di Bank Syariah Mana? from : gunawanwibisono@ yahoo.com . 12/08, Remington Flower <panglimunan@ yahoo.com> menulis: Dari: Remington Flower <panglimunan@ yahoo.com> Topik: Re: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba? Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com Tanggal: Selasa, 30 Desember, 2008, 12:34 AM Memang kaidah agama tidak boleh mencampur antar yang haq dengan yang bathil Kalau mau membahas soal riba, riba dapat masuk dari pintu debitur maupun pintu kreditur. Bicara idealisme, seharusnya pemerintah memberikan dukungan bahwa bank sentral syariah di satu sisi dan bank sentral konvensional di satu sisi. Dan idealnya, gubernur bank sentral syariah diberi kewenangan yang sama kuat dengan gubernur bank sentral konvensional. Merujuk pada nilai intrinsik dan ekstrinsikl pada uang kertas kita, itu sudah tidak bisa dibenarkan karena nilai nominal dan nilai bahan untuk membuat uang kertas kita tidak sepadan Perlu dimengerti bahwa dukungan kuat dari pemerintah beserta undang-undang perbankan syariah hendaknya memberi kebebasan kepada para pegiat ekonomi syariah untuk menyuarakan kepentingan ekonomi syariah dalam rangka memperbaiki tatanan muamalah bangsa indonesia umumnya, dan muslim khususnya Kata-kata "tercemar riba" menunjukkan : 1. Riba lah yang masih kuat di tata perekonomian bangsa kita, dalam arti pembangunan infrastuktur selama ini masih di biayai oleh keuntungan riba 2. Riba yang mencemari ini perlu dipersempit ruang geraknya dan kemudian di bersihkan secara tuntas Ada pepatah "setitik nila rusak sebelanga" semoga kita ikut andil memperbaiki tatanan muamalah di sekitar kita setahap demi setahap jangan kita mencela tapi tidak berbuat apa-apa. demikian jawaban singkat ini Ari Pramudya pengurus BMT NUR IKHLAS Yogyakarta - Sleman Kalau belum puas, silakan bertanya lagi --- On Wed, 12/24/08, Dian <dianpur2000@ yahoo.com> wrote: From: Dian <dianpur2000@ yahoo.com> Subject: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba? To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com Date: Wednesday, December 24, 2008, 3:39 AM Assalamu'alaykum Wr.Wb. Mohon maaf bila masalah ini pernah dibahas, saya tidak mengikuti diskusi di milis ini sebelumnya. Saya tidak punya latar belakang pendidikan ekonomi, apalagi ekonomi syariah. Beberapa hari lalu teman saya, seorang pengusaha, mengatakan bahwa kalo kita menabung di Bank Syariah, tidak dijamin bebas dari Riba, sama saja dengan di bank konvensional. Katanya meskipun transaksi antara nasabah dengan Bank Syariah menggunakan kaidah Syariah, namun tetap masih tercemar dengan Riba. Alasannya, katanya karena bank syariah itu menyetorkan dananya ke Bank Indonesia, sehingga tercampur dengan dana dari bank konvesional lainnya. Demikian juga, Bank Syariah, mendapatkan kucuran modal uang Riba dari Bank Indonesia sebagai bank sentral. Saya sebagai nasabah bank syariah, jadi bingung juga. Benarkah demikian? Mohon pencerahannya. Jazakumullahu khairan. wassalam, dian ________________________________ Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru Akhirnya datang juga! ________________________________ "This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee and could contain information that is confidential; If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of e-mail transmission through Internet.” ________________________________ Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!
