Pak Patrick,

Memang idealnya seperti itu. Tapi menelusuri dana2 kampanye itu bukan
perkara mudah, murah dan cepat. Mana mungkin pemberi dana akan meng-iya-kan
ketika ditanya dana tsb hasil korupsi atau bukan. Jadi tim sukses harus
melakukan/membentuk tim investigasi sendiri, dan ini tidak murah. Ketika
bekerja tim investigasi swasta ini pasti akan terbentur dg UU kerahasiaan
bank, ketika bertanya ke perusahaan atau perorangan pasti juga nggak akan
digubris karena tim ini memang tidak memiliki otoritas untuk melakukan
investigasi.
Dengan segala kendala yang ada, bisa jadi investigasi ini memerlukan waktu
berbulan-bulan, sementara waktu kampanye terbatas.

Kemungkinan tim sukses pak Amien juga sudah bersikap hati2 dalam menerima
dana, misalnya tidak menerima dana dari koruptor, orang yg diduga masyarakat
sebagai koruptor atau pengusaha "hitam". Mungkin juga mereka telah melakukan
penelusuran tapi tidak secara komprehensif seperti yang dilakukan KPK atau
Timtastipikor.
Coba bandingkan dengan kerja KPK, timtastipikor atau tim2 lain. Mereka yg
memiliki kewenangan penuh dari presiden/pemerintah, memiliki sumber daya
manusia serta dana yg banyak saja hasilnya belum seberapa, apalagi para tim
investigasi swasta itu.

Tapi dengan segala keterbatasan dan risiko yg ada, pak Amien konsekuen untuk
menanggung risiko yg ada ketika apa yg telah dilakukan oleh tim suksesnya
dianggap salah.
Coba bandingkan dengan capres lain, apakah anda yakin capres lain benar2
tidak menerima dana DKP?
bandingkan juga dengan para pejabat yg suka pura2 sakit ketika dipanggil
kejaksaan
Itu yg saya salut dari pak Amien. Jujur dan konsekuen.
 Re: Amien Rais Siap Jadi Tersangka dan Dipenjara
<http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/57553;_ylc=X3oDMTJzN2Q2Nmt2BF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzEzMDA2NzAyBGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRtc2dJZAM1NzU1MwRzZWMDZG1zZwRzbGsDdm1zZwRzdGltZQMxMTc5NzU3MDMx>
Posted
by: "Patrick" [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>
 patrick_hutapea
<http://profiles.yahoo.com/patrick_hutapea>  Mon May 21, 2007 4:29 am (PST) Pak
Wahyu Yth.,

Kalau saya jadi Capres/Cawapres, saya pasti menelusuri
sumbangan-sumbangan yg menjadi dana kampanye saya...Kok tiba2 saya
merasa spt Capres benaran yah :-) Intinya Pak, saya tidak menerima
kalau Pak Amien (dan Capres/Cawapres lainnya) berdalih khilaf krn
tidak menelusuri dana kampanye...Kenapa? Karena, menurut saya,
penelusuran itu bukan sesuatu hal yg merepotkan!! Kalau memang Pak
Amien Rais konsisten dgn pengentasan praktik korupsi...Analoginya,
bila kita naik angkot & hendak membayar ongkos, masa kita tidak tahu
asal-usul uang yg akan kita gunakan utk membayar ongkos? Nahhh, itu
untuk urusan naik angkot...Perkara Pak Amien Rais, tentu saja lebih
besar, notabene MENUJU PRESIDEN! Masa Beliau & tim suksesnya tidak
bisa menelusuri asal-usul dana kampanyenya (baca:ONGKOS)sendiri?

Kalau semua politisi Indonesia spt itu, APA KATA DUNIA????
Buat apa menjadi politisi berani (dalam istilah Jimi Hendrix, BOLD AS
LOVE) kalau tindakannya salah?!!!

Pak Amien berani atas ketidakjujurannya! Ia jujur atas
ketidakjujurannya!!!

Paradoks bukan?! Jujur saja, saya tidak mengapresiasi pengakuan Pak
Amien Rais spt org lain yg terkagum-kagum atas sikapnya yg BERANI
JUJUR ATAS HAL KETIDAKJUJURAN..Tentunya, ketidakjujuran itu masih
dalam kerangka asas praduga tak bersalah yah Pak, biar kelihatan bijak
saja :-)

Salam,

Patrick Hutapea


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke