Bung Alfred, Anda menyimpulkan hal-2 tsb berdasarkan laporan pandangan mata? atau ada dukungan data keras? Pernah survey traffic yg benar? atau cuma mengeluh karena selalu jadi korban, karena selalu ke Jakarta pada jam macet? Macet itu ada intensitasnya.. 'macet' itu adalah bahasa persepsi.. kalau mau lebih objective, ukur kinerja lalu lintas dengan variable speed, jarak tempuh, dll.
usulan-2 anda tidak ada yg baru. usul saya, kalau tidak mau jadi korban kemacetan, jangan pula jadi pelaku kemacetan dengan selalu ber-mobil kemana-2 di Jakarta. salam, -K- 2008/12/18 Alfred Alinazar <[email protected]> > Jangan bilang Jakarta hanya macet pada jam2 tertentu. Terakhir kali > saya di Jakarta, yg terjadi adalah Jakarta selalu macet. > Yg membedakan hanyalah macet banget, macet sekali, dan macet bukan main > > Menurut saya sumber kemacetan itu karena Jakarta sudah terlalu padat. > Jakarta sudah tak mampu lagi menampung mobil2 yg harus masuk ke Jakarta. > Jika mobil pribadi dilarang, maka ternyata angkutan umum juga tak > sanggup mengatasinya. > Mengubah jam beraktivitas, hanya akan menunda masalah, karena jika > pertumbuhan populasi transportasi ini tidak diatasi, maka suatu saat > nanti akan macet lagi. > Sementara kebijakan awur2an ini jelas mengorbankan masyarakat, yg > harus mengubah rutinitas dan berbagai efek samping lainnya. > > Kalau pemerintah memang mau serius menangani kemacetan di Jakarta. > Maka ubah aktivitas masyarakat sehingga tak lagi berlalu-lalang di > Jakarta. Entah dengan memindahkan kantor2 ke luar Jakarta, pusat > perbelanjaan ke luar Jakarta, dan lain sebagainya sehingga kepadatan > Jakarta ini dikurangi sampai titik optimalnya. > > salam, > > -bank al-
