Ass..wr wb

Memang benar kita harus mengupayakan diri kita, saudara kita maupun sebagian 
besar masyarakat kita dari garis kemiskinan.
Menimbang kemiskinan itu ada kemiskinan struktural maupun kemiskinan budaya, 
moral, akhlak dan sebagainya

Untuk membendung kemiskinan struktural di[perlukan ketahan ekonomi, terkait 
dengan ketahanan pangan dan energi didukung olehj kebijakan politik dan ekonomi 
negara yang tidak pincang sebelah, dalam arti menguntungakn para pemilik modal 
besar di satu sisi dan mengeyampingkan pekerja di satu sisi.

Kalau mau membangun tatanan ekonomi syariah ya jangan setengah hati namun 
bertahap dan sepenuh hati.(bersungguh-sungguh maksudnya)

Konflik riba sudah ada sejak zaman Yunani Kuno, Romawi  (Prof. Zainuddin Ali)
dan tidak semua laba itu riba dilihat dari kaidah cara pengambilan 
keuntungannya,

Yang baik, ya sambil keluar dari garis kemiskinan kita juga harus keluar dari 
jeratan riba, mengingat jeratan utang yang mengandung pola riba, semakin lama 
hutang tak terbayar maka pengembalian utang akan semakin besar. Mengingat negar 
kreditur punya kepentingan terhadap negara berkembang (debitur) agar selalu 
berhutang dan ada kemungkinan utk selalu memperdaya negara berkembang agar 
selalu berhutang.

Hutang terus? Cape deh.


sekian dulu 

Ari BMT NURI




--- On Thu, 1/8/09, Nadi Soekatan <[email protected]> wrote:
From: Nadi Soekatan <[email protected]>
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba?
To: [email protected]
Date: Thursday, January 8, 2009, 3:13 AM










    
            Ass.ww
 
Kalau mau melihat apakah bank konvensional atau bank syariah sudah berperan 
dalam membantu pengembangan sektor riil, dapat dilihat dari seberapa besar LDR 
(loan to deposit ratio) atau FDR (financing to deposit ratio, untuk bank 
syariah) yakni perbandingan antara dana yang dihimpun dari masyarakat dengan 
kredit atau Pembiayaan (bank sayariah) yang disalurkan kepada masyarakat. 
semakin tinggi LDR/FDR perbankan maka jelas bahwa bank tersebut sudah 
menyalurkan dana yang dihimpunnya dan sebaliknya semakin kecil, maka 
kemungkinan besar bank tersebut menyalurkan dananya ke money market/pinjaman 
antar bank untuk mendapatkan pendapatan.
 
Dari data-data publikasi perbankan yang kita lihat ternyata FDR bank syaraih 
jauh lebih tinggi dari LDR bank konvensional (bahkan ada bank syariah yang FDR 
nya mencapai 100%) yang berarti bahwa bank syariah telah melakukan upaya 
pengembangan sektor riil yang disebutkan oleh Bapak Rijal. jadi menurut saya, 
keliru bila analisa yang disimpulkan bahwa bank syariah belum melakukan 
peningkatan sektor rill. dan juga bank syariah tidak melakukan transaksi money 
market atas kelebihan dananya (over liquid) seperti yang dilakukan oleh bank 
konvensional.

Disamping itu bank syariah tidak melakukan transaksi derivatif, seperti yang 
dilakukan oleh bank konvensional.
 
demikian, semoga bermanfaat.
 

Wallahu ‘alam bishowab.
Wassalamu’alaikum wr.wb.



From: rijal assidiq <rijal_i...@yahoo. com>
To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Sent: Tuesday, January 6, 2009 8:05:12 PM
Subject: RE: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba?







saya pikir bank syariah tidak mesti dipahami sebagai bank yang kemudian 
meminimalisir bunga atau lebih jauh menghilangkan bunga. karena semangat 
ekonomi Islam harusnya tidak hanya tercermin dari meminimalisir riba atau 
menghilangkan riba saja tetapi semangat untuk mengeluarkan masyarakat dari 
belenggu kemiskinan, sekarang kita lihat apakah ada  kontribusi lembaga 
keuangan syariah atau bank khususnya dalam upaya  mendorong sektor riil, saya 
pikir itu yang saat ini belum terlihat upaya bank syariah kesana (komitmen 
untuk mendorong sektor riil sebagai bagian dari upaya melepaskan masyarakat 
dari belenggu kemiskinan). bisa jadi kemudian muncul bank-bank konvensional 
yang memiliki komitmen untuk menggerakkan sektor riil atau lebih jauhnya dengan 
berani menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan jika benar seperti 
itu saya pikir apayang dilakukan bank konvensional lebih mulia dibanding bank 
syariah yang tidak punya semangat
 untuk membantu masyarakat keluar dari garis kemiskinan, saya pikir sudah 
saatnya sekarang praktisi bank syariah keluar dari pemahaman sempit mengenai 
simbol-simbol agama yang diejawantahkan dalam bentuk meminimalisir riba atau 
menghilangkan riba tapi mari bersama-sama bergerak membantu masyarakat kita 
keluar dari garis kemiskinan

--- Pada Ming, 4/1/09, Ascarya <[email protected]. id> menulis:

Dari: Ascarya <[email protected]. id>
Topik: RE: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba?
Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, dianpur2000@ yahoo.com
Tanggal: Minggu, 4 Januari, 2009, 9:46 PM






Assalamu’alaikum wr.wb.
 
Indonesia sekarang semakin menuju system keuangan ganda (ada bank konv ada bank 
syariah, ada pasar modal konv ada pasar modal syariah, ada asuransi konv ada 
asuransi syariah atau takaful, dst.). Oleh karena itu perlu juga didukung oleh 
bank sentral ganda (sebagai otoritas moneter), departemen keuangan ganda 
(sebagai otoritas fiscal), dan yang lain-lainnya juga harus ganda.
Mengenai bank syariah saat ini masih mengandung unsur riba, itu memang benar, 
tetapi bukan karena yang dikatakan Ibu Dian. Pak Gunawan Wibisono benar. 
Tetapi, yang saya maksud bank syariah masih mengandung riba karena dua hal. 
Pertama, uang yang kita gunakan masih uang kertas atau fiat money yang 
penciptaan dari awalnya sudah mengandung riba, kecuali kita kembali ke gold 
standard. Kedua, Perbankan syariah juga menerapkan fractional reserve banking 
yang menciptakan uang bank, yang juga tidak ada ‘countervalue’ -nya, sehingga 
juga mengandung riba, kecuali Perbankan syariah menerapkan 100 percent reserve 
banking atau narrow banking atau free banking.
Namun demikian, bank syariah jauh lebih baik dibandingkan dengan bank 
konvensional. Supaya keadaan di Indonesia yang menganut system keungan ganda 
menjadi lebih baik, porsi syariah dari system keuangan Indonesia harus 
dibesarkan sampai melampaui titik dimana keuangan konvensional tidak dominan 
lagi. Dengan demikian, keuangan Islam akan menjadi benchmark, sedangkan 
keuangan konvensional akan mem-benchmark ke keuangan Syariah. Caranya? 
Masing-masing kita harus ikut berkontribusi. Minimal semua transaksi keuangan 
kita sehari-hari kita lakukan secara syariah (banknya bank Syariah, asuransinya 
takaful, reksadananya syariah, dst.).
 
Wallahu ‘alam bishowab.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
 
Ascarya   
 


From: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com [mailto:ekonomi- syar...@yahoogro 
ups.com] On Behalf Of gunawan wibisono
Sent: Tuesday, December 30, 2008 10:23 PM
To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com; dianpur2000@ yahoo.com
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba?
 








aduhhh.. kenapa ya kita tidak bs melihat sisi lain dari Bank Syariah..... 
......... ....

 

Ibu Dian.... Bank Syariah belum pernah mendapatkan modal dari Bank Indonesia... 
. krn bank syariah blm pernah menerima BLBI........ . kl masalah dana (uang) 
dari bank syariah bercampur dengan uang yang berasal dari bank konvensional 
ya mungkin saja soalnya kita wong kita hidup bermasyarakat. ....... apa tidak 
boleh orang yang memiliki dana di bank konvensional menyimpan dana di bank 
syariah..... aduh kasian amat ya kl gitu uang yg beredar dimasyarakat harus 
diberikan tanda mana yg syariah dan mana yg bukan...... weleh 3x kasian dong 
orang yang pingin berbisnis dengan bank syariah harus memilah2 dananya..... kl 
menurut saya yang harus kita garis bawahi adalah dana yang telah kita setorkan 
ke Bank syariah harus dikelolah dengan prinsip syariah dan tidak menghasilkan 
RIBA  gitu loohh....... ..  setuju kan........ karena berdasarkan akad yang 
tekah diperiksa dan dianalisa oleh para Dewan Pengawas Syariah
 itu sudah benar.....

 

Tidak usah bingung ibu Dian........ Insya Allah Bank Syariah dikelola dengan 
prinsip Syariah..... kalo boleh tahu ibu Dian jd nasabah di Bank Syariah Mana?

 

from : gunawanwibisono@ yahoo.com

.


12/08, Remington Flower <panglimunan@ yahoo.com> menulis:

Dari: Remington Flower <panglimunan@ yahoo..com>
Topik: Re: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba?
Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Tanggal: Selasa, 30 Desember, 2008, 12:34 AM







Memang kaidah agama tidak boleh mencampur antar yang haq dengan yang bathil

Kalau mau membahas soal riba, riba dapat masuk dari pintu debitur maupun pintu 
kreditur.
Bicara idealisme, seharusnya pemerintah memberikan dukungan bahwa bank sentral 
syariah di satu sisi dan bank sentral konvensional di satu sisi.

Dan idealnya, gubernur bank sentral syariah diberi kewenangan yang sama kuat 
dengan gubernur bank sentral konvensional.

Merujuk pada nilai intrinsik dan ekstrinsikl pada uang kertas kita, itu sudah 
tidak bisa dibenarkan karena nilai nominal dan nilai bahan untuk membuat uang 
kertas kita tidak sepadan

Perlu dimengerti bahwa dukungan kuat dari pemerintah beserta undang-undang 
perbankan syariah hendaknya memberi kebebasan kepada para pegiat ekonomi 
syariah untuk menyuarakan kepentingan ekonomi syariah dalam rangka memperbaiki 
tatanan muamalah bangsa indonesia umumnya, dan muslim khususnya

Kata-kata
 "tercemar riba" menunjukkan :
1. Riba lah yang masih kuat di tata perekonomian bangsa kita, dalam arti 
pembangunan infrastuktur selama ini masih di biayai oleh keuntungan riba
2. Riba yang mencemari ini perlu dipersempit ruang geraknya dan kemudian di 
bersihkan secara tuntas

Ada pepatah "setitik nila rusak sebelanga" semoga kita ikut andil memperbaiki 
tatanan muamalah di sekitar kita setahap demi setahap jangan kita mencela tapi 
tidak berbuat apa-apa.

demikian jawaban singkat ini
Ari Pramudya

pengurus BMT NUR IKHLAS
Yogyakarta - Sleman

Kalau belum puas, silakan bertanya lagi

--- On Wed, 12/24/08, Dian <dianpur2000@ yahoo.com> wrote:
From: Dian <dianpur2000@ yahoo.com>
Subject: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba?
To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, December 24, 2008, 3:39 AM



Assalamu'alaykum Wr.Wb.

Mohon maaf bila masalah ini pernah dibahas, 
saya tidak mengikuti diskusi di milis ini 
sebelumnya. Saya tidak punya latar belakang 
pendidikan ekonomi, apalagi ekonomi syariah.

Beberapa hari lalu teman saya, seorang 
pengusaha, mengatakan bahwa kalo kita
menabung di Bank Syariah, tidak dijamin
bebas dari Riba, sama saja dengan di 
bank konvensional. 

Katanya meskipun transaksi antara nasabah 
dengan Bank Syariah menggunakan kaidah 
Syariah, namun tetap masih tercemar dengan Riba. 

Alasannya, katanya karena bank syariah itu 
menyetorkan dananya ke Bank Indonesia, 
sehingga tercampur dengan dana dari bank 
konvesional lainnya.

Demikian juga, Bank Syariah, mendapatkan
kucuran modal uang Riba dari Bank Indonesia 
sebagai bank sentral.

Saya sebagai nasabah bank syariah, jadi bingung 
juga. Benarkah demikian? Mohon
 pencerahannya.

Jazakumullahu khairan.

wassalam, 
dian 


 



Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru Akhirnya datang juga!



"This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet.”



Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!



      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke