Wah, ternyata masih ada juga yang berpikir kalau Harimau Jawa itu 
penting...(^_^)v...
Saya cuma mau rekan-rekan berpikir real, apakah benar kita merasakan 
secara langsung ataukah tidak langsung bahwa harimau Jawa itu 
penting? Misalnya kalau Harimau Jawa masih ada (belum punah) apakah 
kita benar-benar bisa menilai intangible value dari keberadaan 
kucing besar itu? Berita terakhir tentang penemuan jejak Harimau 
Jawa adalah sekitar tahun 1991 di Taman Nasional Meru Betiri Jember 
(Dulu masih Cagar Alam) kemudian setelah itu belum pernah lagi ada 
berita2 terbaru tentang penemuan jejaknya, kotorannya, ataupun bekas 
kukunya sampai sekarang(mohon dikoreksi kalau salah). Nah dalam 
kurun waktu tersebut saya kira banyak orang yang tak peduli, toh 
manusia masih memikirkan bagaimana bisa makan besok, atau bagaimana 
anak saya bisa sekolah, atau bagaimana saya bisa memperbesar rumah. 
Memang masih ada juga orang yang peduli tentang keadaan Harimau Jawa 
tetapi tetap pada tataran normatif yang menjelaskan nilai konservasi 
dari sisi intangible value. Saya sendiri setuju tentang pemikiran 
normatif tentang konservasi, akan tetapi mari kita lihat ke keadaan 
rakyat Indonesia yang sampai ada menggendong2 anaknya yang sudah 
meninggal karena tidak punya uang untuk menguburkannya. Apakah 
konservasi dapat berjalan ketika rakyat di sekelilingnya kekurangan 
makan, kurang gizi, kurang makan? Kalau misalnya saya jadi mereka 
mungkin lebih baik saya buru harimau lalu saya jual kulitnya dan 
dagingnya, harganya mahal, bisa untuk makan sampai beberapa hari.  
, tapi Ketika negara maju meributkan tentang banyaknya   
Saya kira sampai saat ini yang disebut konservasi itu masih bersifat 
normatif dan belum sampai pada kalkulasi fungsi dari konservasi itu 
sendiri secara riil. Saya kira semua orang akan percaya kalau 
misalnya konservasi sudah memberikan manfaat riil bagi masyarakat, 
tidak kelaparan, dan memiliki economic value lebih besar daripada 
harus tidak mengkonservasi. Saya kira itulah tantangan dunia 
konservasi di masa depan, jangan hanya berkutat di tataran normatif. 
Apakah kita bisa? 
Maaf juga bila kurang berkenan......

Salam,

Arief Darmawan
Lab. of Global Forest Environment Studies
The University of Tokyo 

------------------------------------------------------------
 
saya pikir kita salah besat bila berpikir demikian. Jika kita ingat 
food web relationship, kita akan paham nilai salah satu mata rantai 
web tersebut. Jadi, meskipun manusia secara langsung tidak 
terpengaruh oleh keberadaan harimau, tetap saja, harimau mempunyai 
nilai, terutama sebagai pengendali populasi herbivora mangsanya. 
Saya teringat suatu kisah, saya lupa negaranya. Tetapi kisah ini 
menceritakan bahwa hilangnya predator menyebabkan berkembangnya 
populasi kelinci dan herbivora lain, sehingga menghancurkan lahan 
pertanian. Jadi kalau sudah begini, coba bagaimana tindakan kita? 
Saya pikir dekan ekonomi itulah yang belum memahami nilai 
konservasi. Hutan diusahakan bukan hanya untuk dieksploatasi 
(memikirkan nilai ekonomi kayunya saja), tetapi dampak lain dari 
hutan yang tidak dikelola dengan baik nilainya lebih besar daripada 
sekedar nilai batangan kayu. Saya ingat perdebatan panjang tentang 
kondisi hutan Jepang yang sekarang katanya berubah menjadi 
monokultur (hutan konifer), yang
>  ternyata dampak negatifnya luar biasa. Jadi mari kita berpikir 
global, bukan hanya menuruti ego sektoral. Maaf bila tak berkenan.
> 
> wass wr wb
> 
> Nugroho Susetya Putra
> 
> Laboratory of Animal Ecology
> 
> Yamagata University
> 
> 
>





=========================================================================
                   "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 
 untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA : 
           http://iasa-online.org
           http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
========================================================================= 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/iasa/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke