Terimakasih Pak  Arief atas pendapatnya
Saya kira ada benarnya juga pendapat pak arief. 
Saya akan berilustrasi sedikit.
Ada seorang Ibu yang membesarkan anak laki lakinya sehinnga telah 
menjadi orang berilmu dan bisa mandiri. Lalu menikahlah si anak laki 
laki tersebut dg seorang wanita pilihan hatinya.
Lalu  karena sesuatu sebab, akhirnya si Ibu sempat tinggal bersama 
anak dan menantunya dalam satu atap. Lalu terjadi konflik antara si 
menantu dg mertua. Biasa kan ?
Lalu si Ibu bilang pada anak laki lakinya, CERAIKAN isterimu......
Wah buat si anak laki laki itu ini sangatlah sulit.
Ternyata kedua hal ini yaitu, bakti pada Ibunda kandungnya, dan 
cintanya pada sang isteri sama sama penting buat dirinya.
Saat ini mengapa sang Ibu harus mengatakan demikan.

Setelah tanya sana sini dg ustad, ternyata, antara Ibu dan isteri 
itu, adalah dua kepentingan yang tidak bisa dibenturkan, tetapi 
wajib diselaraskan, karena keduanya
sangat berarti buat si anak laki laki tersebut.

Demikian Pak Arief, silakan di ilustrasikan ya...dengan versi masing 
masing.
Maaf, saya mulai hari ini akan off sd tgl 1 agustus. Ke Tochigi 
Prefecture, ada kegiatan lapang.
Pak Sekum, mohon bantuannya untuk tetap mengarah  diskusi kita pada 
pertanyaan dan menjawab pertanyaan pada topik awal kita.Taihenk 
arigatou Gozaimasu

Wassalam


Hj.Bainah Sari Dewi
Laboratory of Forest Biological  Conservation Forestry Departement
Faculty of  Agriculture Tokyo University of Agriculture and 
Technology (TUAT)
Saiwaicho Fuchu Shi Tokyo  JAPAN 183 0054 
laboratory phone : 81 42 367 5746
dormitory phone 81 42 367 5550 (via operator)
mobile phone 81 9061242403
mobile phone email : [EMAIL PROTECTED]
email : [EMAIL PROTECTED]
yahoo mess : [EMAIL PROTECTED]
http://www.geocities.com/bainahdewi/bainahsaridewi.html
http://www.geocities.com/bainahdewi/ mypage.html


--- In [email protected], "riefcons" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Wah, ternyata masih ada juga yang berpikir kalau Harimau Jawa itu 
> penting...(^_^)v...
> Saya cuma mau rekan-rekan berpikir real, apakah benar kita 
merasakan 
> secara langsung ataukah tidak langsung bahwa harimau Jawa itu 
> penting? Misalnya kalau Harimau Jawa masih ada (belum punah) 
apakah 
> kita benar-benar bisa menilai intangible value dari keberadaan 
> kucing besar itu? Berita terakhir tentang penemuan jejak Harimau 
> Jawa adalah sekitar tahun 1991 di Taman Nasional Meru Betiri 
Jember 
> (Dulu masih Cagar Alam) kemudian setelah itu belum pernah lagi ada 
> berita2 terbaru tentang penemuan jejaknya, kotorannya, ataupun 
bekas 
> kukunya sampai sekarang(mohon dikoreksi kalau salah). Nah dalam 
> kurun waktu tersebut saya kira banyak orang yang tak peduli, toh 
> manusia masih memikirkan bagaimana bisa makan besok, atau 
bagaimana 
> anak saya bisa sekolah, atau bagaimana saya bisa memperbesar 
rumah. 
> Memang masih ada juga orang yang peduli tentang keadaan Harimau 
Jawa 
> tetapi tetap pada tataran normatif yang menjelaskan nilai 
konservasi 
> dari sisi intangible value. Saya sendiri setuju tentang pemikiran 
> normatif tentang konservasi, akan tetapi mari kita lihat ke 
keadaan 
> rakyat Indonesia yang sampai ada menggendong2 anaknya yang sudah 
> meninggal karena tidak punya uang untuk menguburkannya. Apakah 
> konservasi dapat berjalan ketika rakyat di sekelilingnya 
kekurangan 
> makan, kurang gizi, kurang makan? Kalau misalnya saya jadi mereka 
> mungkin lebih baik saya buru harimau lalu saya jual kulitnya dan 
> dagingnya, harganya mahal, bisa untuk makan sampai beberapa hari.  
> , tapi Ketika negara maju meributkan tentang banyaknya   
> Saya kira sampai saat ini yang disebut konservasi itu masih 
bersifat 
> normatif dan belum sampai pada kalkulasi fungsi dari konservasi 
itu 
> sendiri secara riil. Saya kira semua orang akan percaya kalau 
> misalnya konservasi sudah memberikan manfaat riil bagi masyarakat, 
> tidak kelaparan, dan memiliki economic value lebih besar daripada 
> harus tidak mengkonservasi. Saya kira itulah tantangan dunia 
> konservasi di masa depan, jangan hanya berkutat di tataran 
normatif. 
> Apakah kita bisa? 
> Maaf juga bila kurang berkenan......
> 
> Salam,
> 
> Arief Darmawan
> Lab. of Global Forest Environment Studies
> The University of Tokyo 
> 
> ------------------------------------------------------------
>  
> saya pikir kita salah besat bila berpikir demikian. Jika kita 
ingat 
> food web relationship, kita akan paham nilai salah satu mata 
rantai 
> web tersebut. Jadi, meskipun manusia secara langsung tidak 
> terpengaruh oleh keberadaan harimau, tetap saja, harimau mempunyai 
> nilai, terutama sebagai pengendali populasi herbivora mangsanya. 
> Saya teringat suatu kisah, saya lupa negaranya. Tetapi kisah ini 
> menceritakan bahwa hilangnya predator menyebabkan berkembangnya 
> populasi kelinci dan herbivora lain, sehingga menghancurkan lahan 
> pertanian. Jadi kalau sudah begini, coba bagaimana tindakan kita? 
> Saya pikir dekan ekonomi itulah yang belum memahami nilai 
> konservasi. Hutan diusahakan bukan hanya untuk dieksploatasi 
> (memikirkan nilai ekonomi kayunya saja), tetapi dampak lain dari 
> hutan yang tidak dikelola dengan baik nilainya lebih besar 
daripada 
> sekedar nilai batangan kayu. Saya ingat perdebatan panjang tentang 
> kondisi hutan Jepang yang sekarang katanya berubah menjadi 
> monokultur (hutan konifer), yang
> >  ternyata dampak negatifnya luar biasa. Jadi mari kita berpikir 
> global, bukan hanya menuruti ego sektoral. Maaf bila tak berkenan.
> > 
> > wass wr wb
> > 
> > Nugroho Susetya Putra
> > 
> > Laboratory of Animal Ecology
> > 
> > Yamagata University
> > 
> > 
> >




=========================================================================
                   "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 
 untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA : 
           http://iasa-online.org
           http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
========================================================================= 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/iasa/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke