ass wr wb

Mas Arif Yth.

Bagi saya pemerintah memang belum melakukan yang
terbaik untuk menyelamatkan negeri ini, terutama
berkaitan dengan konservasi, karena selalu berpikir
aspek kapitalistik. Tak ada untung,maka prioritasnya
terakhir, begitu kan? Nah sebenarnya di sinilah tugas
kita untuk membantu sekaligus menyadarkan pemerintah
agar mereka mengubah pola pikirnya. Memang sukar,
karena pemerintah Jepangpun masih melakukan hal yang
sama (kasus konversi hutan polikultur ke monokultur).
Tetapi apakah lantas kita diam dan menerima apa
adanya? Tidak! Sama sekali tidak. Jika hanya diam,
lantas apa perlunya kita belajar? Maaf kita harus
ingat bahwa kita punya tanggung jawab juga terhadap
bangsa kita. Ditambah lagi tugas berat untuk mengubah
pola pikir pemerintah yang saya pikir sudah menjadi
antek kapitalis. Benar kan? Segalanya dipikirkan
berdasarkan pola pikir jangka pendek. Terus terang ya
Mas Arif, saya kebetulan mempelajari Ekologi Binatang,
jadi sedikit banyak bersinggungan dengan isu-isu
pergeseran ketahanan masing-masing jenis binatang yang
ujung-ujungnya adalah eliminasi beberapa jenis alias
punah.Itulah sebabnya saya sangat prihatin dengan
isu-isu bakal punahnya satu atau lebih jenis binatang.
Sekali lagi, memang mereka tidak bermanfaat secara
langsung, tetapi dengan memahami prinsip jejaring
makanan, kita dapat memahami manfaat mereka di masa
depan. Demikian, mohon maaf bila kurang berkenan.
Terima kasih.

wass wr wb
Nugroho

--- riefcons <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Wa'alaikumsalam wr wb,
> Hehehe..salam kenal Mas Nugroho, senang rasanya
> kalau diskusi ini 
> semakin seru. Mari rekan-rekan kita berbagi
> pendapat, paling tidak 
> untuk membuka wawasan kita tentang kehutanan yang
> dulu katanya cuma 
> urusan orang kehutanan (^_^)v. 
> Bicara soal konservasi memang sangat kompleks
> berkaitan dengan 
> berbagai bidang, dari mulai sosial, hukum, sampai
> teknologi. Cuma 
> kegelisahan saya tentang main problem konservasi
> yang belum bisa 
> dikuantifikasi atau dimodelkan ini membuat
> konservasi selalu dinomor 
> akhirkan. Pemerintah mungkin lebih suka mengubah
> fungsi Taman 
> Nasional menjadi kawasan tambang apabila potensinya
> besar, karena 
> secara langsung tambang mungkin lebih menguntungkan.
> Kalau saja 
> misalnya kita bisa menilai fungsi suatu kawasan itu
> dengan 
> memodelkannya secara eksplisit lebih untung daripada
> pembukaan 
> kawasan tambang, mungkin konservasi bakal menjadi
> pilihan utama. 
> Atau memang kalau semuanya sudah rusak baru kita
> semua sadar ya? 
> Mengenai efek hutan tanaman monokultur pada spesies
> endemik, saya 
> sangat setuju. Sistem TPTI (Tebang Pilih Tanam
> Indonesia) sebenarnya 
> sudah sangat baik untuk mencegah rusaknya hutan,
> agar struktur tajuk 
> hutan dapat terjaga dengan baik. Namun dalam
> kenyataannya sistem 
> saja tidak menjamin berhasil dalam pelaksanaan.
> Berbagai masalah 
> muncul dari HPH nakal, illegal logging sampai
> kebakaran hutan yang 
> membuat hutan bukan saja rusak tapi juga menjadi
> hilang. Nah, kalau 
> sudah seperti ini kan kita tidak punya pilihan lain
> selain 
> menanaminya. Jadi teknik pengaturan jenis tanaman
> biar tidak 
> monokultur mungkin perlu dikembangkan ya? 
> 
> salam,
> Arief 
> - bekas pekerja konservasi- 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], nugroho putra
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > ass wr wb
> > 
> > Maaf mas Arief, kayaknya diskusinya makin seru
> nih.
> > Gak pa-pa wong ingin mencari solusi terbaik kok.
> Ya
> > kan? Hmmm jika alasan manfaat langsung yang
> digunakan,
> > saya pikir itu sudah pasti. Sayapun tidak pernah
> > merasakan manfaat langsung dari keberadaan harimau
> > Jawa. Tetapi, saya ada contoh yang sangat riil.
> > Contohnya di bidang pertanian. Cobalah lihat
> kondisi
> > tanah persawahan di pulau Jawa dan Sumatra
> terutama
> > akibat pemakaian pupuk nitrogen kimia dan
> pestisida.
> > Studi kasus di Yogyakarta bagian selatan
> menunjukkan
> > bahwa kerusakan tanah akibat pemakaian kedua bahan
> itu
> > sudah mencapai ambang sulit untuk dikembalikan.
> > Alasannya, biaya untuk mengembalikan kerusakan
> > tersebut besar. Tetapi apakah kemudian kita
> diamkan
> > saja keadaan itu, dan bahkan melanjutkan proses
> > pengrusakan, karena nyatanya sampai sekarang
> proses
> > perusakan tersebut terus berjalan, sementara
> berdalih
> > karena mahal mending digunakan untuk membiayai
> > "pembangunan"? Saya  sangat tidak sependapat kalau
> > konservasi ditelantarkan dengan dalih dananya
> dapat
> > digunakan untuk hal-hal lain. Kita harus ingat
> bahwa
> > dana konservasi itu jauh lebih sedikit
> dibandingkan
> > dengan dana yang harus disediakan untuk
> mengembalikan
> > kondisi rusak menjadi seperti sediakala. Bagi
> saya,
> > biaya untuk konservasi mestinya tidak
> disangkutpautkan
> > dengan hal-hal lain, karena konservasi bertujuan
> untuk
> > menjaga agar kelestarian tetap terjaga, thus biaya
> > untuk perbaikan kerusakan bisa ditekan. Dan saya
> juga
> > berpikir, bila hutan sekarang dikelola monokultur
> > kemudian mengakibatkan punahnya spesies endemik,
> > apakah kekayaan yang didapatkan dari hasil hutan
> itu
> > juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas (yang
> > miskin terutama). Saya tidak yakin, wong dana
> GNRLH
> > saja dikorupsi besar-besaran kok. Iya kan. Tetapi
> saya
> > yakin, meskipun sistem kita luar biasa korup,
> harus
> > tetap dijaga semangat untuk melawannya. Sekali
> lagi,
> > bagi saya konservasi jauh lebih mudah dilakukan
> > daripada memperbaiki kerusakan yang bakal terjadi
> > karena menerlantarkan konservasi.
> > 
> > wass wr wb
> > 
> 
> 
> 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


=========================================================================
                   "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 
 untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA : 
           http://iasa-online.org
           http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
========================================================================= 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/iasa/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke