Wa'alaikumsalam wr wb,
Hehehe..salam kenal Mas Nugroho, senang rasanya kalau diskusi ini 
semakin seru. Mari rekan-rekan kita berbagi pendapat, paling tidak 
untuk membuka wawasan kita tentang kehutanan yang dulu katanya cuma 
urusan orang kehutanan (^_^)v. 
Bicara soal konservasi memang sangat kompleks berkaitan dengan 
berbagai bidang, dari mulai sosial, hukum, sampai teknologi. Cuma 
kegelisahan saya tentang main problem konservasi yang belum bisa 
dikuantifikasi atau dimodelkan ini membuat konservasi selalu dinomor 
akhirkan. Pemerintah mungkin lebih suka mengubah fungsi Taman 
Nasional menjadi kawasan tambang apabila potensinya besar, karena 
secara langsung tambang mungkin lebih menguntungkan. Kalau saja 
misalnya kita bisa menilai fungsi suatu kawasan itu dengan 
memodelkannya secara eksplisit lebih untung daripada pembukaan 
kawasan tambang, mungkin konservasi bakal menjadi pilihan utama. 
Atau memang kalau semuanya sudah rusak baru kita semua sadar ya? 
Mengenai efek hutan tanaman monokultur pada spesies endemik, saya 
sangat setuju. Sistem TPTI (Tebang Pilih Tanam Indonesia) sebenarnya 
sudah sangat baik untuk mencegah rusaknya hutan, agar struktur tajuk 
hutan dapat terjaga dengan baik. Namun dalam kenyataannya sistem 
saja tidak menjamin berhasil dalam pelaksanaan. Berbagai masalah 
muncul dari HPH nakal, illegal logging sampai kebakaran hutan yang 
membuat hutan bukan saja rusak tapi juga menjadi hilang. Nah, kalau 
sudah seperti ini kan kita tidak punya pilihan lain selain 
menanaminya. Jadi teknik pengaturan jenis tanaman biar tidak 
monokultur mungkin perlu dikembangkan ya? 

salam,
Arief 
- bekas pekerja konservasi- 



--- In [email protected], nugroho putra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ass wr wb
> 
> Maaf mas Arief, kayaknya diskusinya makin seru nih.
> Gak pa-pa wong ingin mencari solusi terbaik kok. Ya
> kan? Hmmm jika alasan manfaat langsung yang digunakan,
> saya pikir itu sudah pasti. Sayapun tidak pernah
> merasakan manfaat langsung dari keberadaan harimau
> Jawa. Tetapi, saya ada contoh yang sangat riil.
> Contohnya di bidang pertanian. Cobalah lihat kondisi
> tanah persawahan di pulau Jawa dan Sumatra terutama
> akibat pemakaian pupuk nitrogen kimia dan pestisida.
> Studi kasus di Yogyakarta bagian selatan menunjukkan
> bahwa kerusakan tanah akibat pemakaian kedua bahan itu
> sudah mencapai ambang sulit untuk dikembalikan.
> Alasannya, biaya untuk mengembalikan kerusakan
> tersebut besar. Tetapi apakah kemudian kita diamkan
> saja keadaan itu, dan bahkan melanjutkan proses
> pengrusakan, karena nyatanya sampai sekarang proses
> perusakan tersebut terus berjalan, sementara berdalih
> karena mahal mending digunakan untuk membiayai
> "pembangunan"? Saya  sangat tidak sependapat kalau
> konservasi ditelantarkan dengan dalih dananya dapat
> digunakan untuk hal-hal lain. Kita harus ingat bahwa
> dana konservasi itu jauh lebih sedikit dibandingkan
> dengan dana yang harus disediakan untuk mengembalikan
> kondisi rusak menjadi seperti sediakala. Bagi saya,
> biaya untuk konservasi mestinya tidak disangkutpautkan
> dengan hal-hal lain, karena konservasi bertujuan untuk
> menjaga agar kelestarian tetap terjaga, thus biaya
> untuk perbaikan kerusakan bisa ditekan. Dan saya juga
> berpikir, bila hutan sekarang dikelola monokultur
> kemudian mengakibatkan punahnya spesies endemik,
> apakah kekayaan yang didapatkan dari hasil hutan itu
> juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas (yang
> miskin terutama). Saya tidak yakin, wong dana GNRLH
> saja dikorupsi besar-besaran kok. Iya kan. Tetapi saya
> yakin, meskipun sistem kita luar biasa korup, harus
> tetap dijaga semangat untuk melawannya. Sekali lagi,
> bagi saya konservasi jauh lebih mudah dilakukan
> daripada memperbaiki kerusakan yang bakal terjadi
> karena menerlantarkan konservasi.
> 
> wass wr wb
> 






=========================================================================
                   "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 
 untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA : 
           http://iasa-online.org
           http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
========================================================================= 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/iasa/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke