Bung Aunur dan rekan milis semuanya, saya coba menanggapi. "Region Based Development" (RBD) tidak perlu dipertentangkan dengan "People Based Development" (PBD). Dalam Regional Planning, kedua hal tersebut seperti 2 keping mata uang, atau tidak terpisahkan. Kesan adanya pertentangan antara kedua pendekatan tersebut bisa dimaklumi. Dalam pendekatan Penataan Ruang, sebagaimana UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang, pengembangan regionalnya (perencanaannya) lebih berat pada RBD daripada PBD; sementara pendekatan fiskal, sebagaimana UU No. 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), pengembangan regionalnya (perencanaannya) lebih berat pada PBD daripada RDB. Memang ada beberapa kasus pengembangan (perencanaan) keduanya dilakukan secara simultan (RBD sekaligus PBD), seperti pengembangan Kawasan Strategis/Tertentu/Khusus misalnya, tetapi seringkali kurang memadai karena anggaran yang digunakan tidak mencukupi (dukungan lintas sektor biasanya kurang/kurang kompak), terlalu kecil, jadi seringkali tidak efektif, tanggung, dan akhirnya terlantar. Makanya bisa dimaklum kalau para birokrat saling debat, karena masing-masing pihak punya keterbatasan. Lagi, seperti yang berulang saya katakan, RegionalPlanning menurut saya sudah mati (paling tidak mati suri).
Soal Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), sejauh yang saya pahami, tidak terkait dengan pendekatan PBD. Pemberian BLM itu adalah subsidi akibat selisih daya beli masyarakat akibat kenaikan BBM. Lagipula, pemberian BLM itu sebagian besar untuk masyarakat miskin kota yang terkena dampak kenaikan BBM, jadi bukan pendekatan PBD. Sementara segitu dulu tanggapan saya. Thanks. CU. BTS. ----- Original Message ----- From: Aunur rofiq To: [email protected] Sent: Tuesday, October 02, 2007 3:08 PM Subject: Re: [referensi] Membangun Daerah Terpencil milister ysh Saya senang dengan wacana tentang "region based development" vs "people based development", untuk membangun daerah tertinggal, karena saat ini sedang ada debat diantara para birokrat dalam upaya mengurangi "kemiskinan", apakah harus dengan pemberian bantuan langsung pada masyarakat (BLM) seperti yang akan dilakukan melalui PNPM mandiri. Atau kita harus melalui pendekatan region based development lebih dahulu atau dua-duanya...... atau PNPM mandiri hanya sebuah upaya jangka pendek bagi keperluan "politik" atau memang PNPM cocok untuk membangun daerah tertinggal ? Saya ingin memperoleh pencerahan tentang kedua "term" diatas. Mudah2an bung BTS atau bung Muli mau menjelaskan lebih lanjut salam ----- Original Message ---- From: Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, September 18, 2007 8:46:14 PM Subject: Re: [referensi] Membangun Daerah Terpencil Recent Activity a.. 1New Members Visit Your Group Moderator Central Get answers to your questions about running Y! Groups. Cat Zone on Yahoo! Groups Join a Group all about cats. Popular Y! Groups Is your group one? Check it out and see. .

