Lho? Kalo gugatannya Anda anggap positif, ngapain kita berbusa-busa bedebat 
dari berminggu-minggu yang lalu? Bukankah Anda yang mati-matian mempertahankan 
kebijakan itu, meski ngakunya bukan Anda yang ikut bikin? Jadi posisi Anda ini 
sebetulnya di mana sih?
�
Yang jelas, dari DTKJ yang terjun dalam diskusi ini dan membela kebijakan Pemda 
itu cuma Anda seorang, Bung Harya. Kalau yang lain diem, maka tentu ada 
apa-apanya di balik kediaman itu. Bisa jadi merekalah justru yang memberikan 
dissenting opinion, bukan Anda. Kalo mereka menganggap secara prinsip kebijakan 
itu benar, maka mereka pasti akan dengan antusias bicara seperti Anda di sini.
�
Yang nulis soal "rekor dunia" bukan saya. Sila periksa lagi dengan cermat awal 
thread berjudul "rekor dunia". Di mata saya sih, miliser yang menulis posting 
pertama dengan judul itu berniat mengejek Pemda DKI dengan memakai cara yang 
bombastis, bair nyelekit. Nyatanya, banyak yang tersengat. Hehehe.
�
Bung, pemberlakuan tanggal 1Januari 2009 itu penerapan, bukan ujicoba. Kalo 
ujicoba, ada timeframe yang jelas berapa lama dan sampai kapan. Anda yakin nih 
kebijakan prekethek itu baru taraf ujicoba?
�
Analogi ATM yang Anda pakai untuk dibandingkan dengan pemilihan sekolah jelas 
melenceng amat sangat terlalu jauh sekali banget. Kalo betul pemda sadara ada 
masalah kesenjangan dalam mutu sekolah, maka ini justru tambahan alasan untuk 
tidak secara serampangan memajukan jam masuk sekolah se-wilayah DKI. Kalo 
mereka mawas diri, tentu mereka akan perbaiki dulu kondisi sekolah-sekolah 
bermasalah, baru nantinya bikin kebijakan jam sekolah. Yang terjadi adalah jam 
sekolah dimajukan bukan karena ada kaitan dengan perbaikan mutu pendidikan atau 
sekolahj, melainkan dipakai sebagai cara mengurangi kemacetan--satu hal yang 
sedari awal Anda dengan sengaja menutup mata dan tak berani akui di sini.
�
Emang ada penelitian yang bilang masuk sekolah ideal adalah jam 8? Mana? kata 
siapa? Atau cuma KALAU, JIKA dan SEANDAINYA? Kebijakan masuk sekolah jam 7 
tidak ada yang protes, berarti ya jam itu diterima secara umum oleh semua 
pihak. Justru ketika jam masuk diganti jadi lebih pagi, maka protes 
berhamburan. kesimpulannya, jam amsuk jam 7 pagi tidak diprotes bukan karena 
itu atura bodohj, tapi itu aturan yang dianggap sudah pas. Jam 6.30 diprotes 
karena itu aturan BODOH. Jelas kan? Mungkin nanti Anda dan lembaga Anda yang 
mesti bikin penelitian, liat apa reaksi orang jika diusulkan masuk jam 8. OK?
�
Tentu jalur sepeda bebas mau dimanfaatkan cuma semeter atau sampai 1 km. 
Persoalannya, jumlah commuters di DKI itu besar dan mereka bisa jadi adalah 
pengguna jalan terbesar. Jadi, kebijakan sepeda yang Anda gagas itu sasaranya 
siapa? Kalo cuma orang yang peri dari satu RT ke RT lain, ya tak ada dampaknya 
buat mengatasi kemacetan. kalo sasarannya commuters, ini baru efektif. Tapi 
lagi-lagi, apa sepeda bisa membawa mereka dari UKI Cawang ke Gunung Sahari? 
jelas gak, Bung? Jadi, jangan dijawab lagi ya dengan jawaban orang boleh naik 
sepeda dari Blok A ke Wr. Buncit. Ini ngawur! Kalo mau bicara hak pengendara 
sepeda, yang komprehensif, jangan iming-iming sesuatu yang selintas tampak 
menggiurkan tapi dalam wujudnya kaga ada gunanya.

--- On Thu, 1/1/09, Harya Setyaka <[email protected]> wrote:

From: Harya Setyaka <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Kalau PNS masuk jam 06.30 wib
To: [email protected]
Received: Thursday, January 1, 2009, 4:45 AM






Bung Manneke,

kalau gugatan mengenai memajukan jam sekolah sy akui sbg gugatan yg positif.
tapi ada pula klaim-2 dari milister lain, lalu sy mintakan data tambahan
pendukung.. dan anda sampaikan bahwa sy membungkan gugatan milister lain. Sy
hanya jawab bahwa sy tidak membungkam gugatan siapapun.. bukan hanya anda.
Justru kalau ada gugatan yg lengkap, bisa segera sy tindak-lanjuti bukan?

Terima kasih pak.. sy memang hanya mengklarifikasi tuduhan-2 anda saja..
mengenai 'di-gaji PEMDA', lalu 'membeo'.
Spy pirsawan FPK clear saja.
Bahkan dari awal sy 'terjun' dalam diskusi ini, sy menyanyangkan sikap
pemerintah yg top down. 'Terjun' nya saya dalam diskusi juga tidak
dilatar-belakangi oleh keanggotaan sy di DTKJ.. buktinya, tidak semua mau
terjun kan?

Mengenai kebijakan BODOH;
memang awalnya sy mengira bahwa anda menanggap bahwa masuk jam 6.30 adalah
hal yg sangat luar biasa, sehingga ditolak.
Bahkan dianggap rekor... (rekor adalah suatu yg spektakuler bukan?) sehingga
perlu sy sampaikan bahwa tidak demikian.
dan kota2 lain ternyata sekolah masuk jam 6.30, anak-2 sekolahnya tidak
inferior terhadap Jakarta.

Sy tanggapi.. bahwa bukan kebijakan bodoh.. tapi adalah kebijakan yg layak
dicoba. tapi tidak layak di-paksakan.

Penyebab kemacetan adalah banyak; karena tata ruang, ketergantungan terhadap
mobil pribadi, dll.
Jarak tempuh, adalah indikator transportasi sebagai kajian hilir
(end-of-pipe) .
Memang ada kajian-2 statistik mengenai pola perjalanan;
Kalau seseorang menempuh jarak yg jauh utk bekerja, itu wajar.. karena tidak
bisa kita pilih 'pekerjaan' terdekat.
kalau kebetulan kita mendapat pekerjaan yg jauh dari rumah.. tentu jarak yg
ditempuh tidak bisa dikurangi, kecuali ada langkah-2 yg sifatnya permanen;
seperti pindah rumah. Jadi dapat disimpulkan bahwa perjalanan bekerja
(working trips) tidak memimasi jarak.
Lain halnya utk perjalanan lain,.. seperti perjalan utk belanja, ke kantor
pos, ke puskesmas, ke Bank/ATM.. dll.
Perencanaan kota sedemikian rupa berusaha meminimasi jarak perjalanan dengan
membangun fasilitas-2 tsb di tingkat lokal.
Nah.. sekolah adalah salah satu dari faasilitas tsb..
misal:
kalau anda berada di rumah, lalu perlu ke ATM.. maka tentunya akan cari ATM
terdekat.
lain dengan bekerja.. kalau dapat pekerjaan yg lebih bagus, gaji lebih
tinggi.. dan/atau memang dialokasikan ke kantor yg jauh, maka anda tidak
bisa memilih.

kalau ATM terdekat rusak.. maka anda akan menempuh jarak jauh utk ke ATM yg
berfungsi.
Kalau sy tahu anda mengambil uang ke ATM yg lebih jauh dari ATM terdekat
rumah anda.. maka, sy akan simpulkan bahwa ada masalah dengan ATM terdekat.
kalau semua orang mengalami hal yg sama... maka beban penggunaan jalan akan
bertambah secara sia-2.. nah.. ini lah yg disebut orang awam sebagai:
kemacetan.

Sekolah juga demikian... makanya sy selalu diagnosis bahwa ada yg kurang
beres dengan hal ini. Hal ini perlu dibereskan, tapi bukan semata-mata utk
mengurangi kemacetan. sama hal nya.. kalau kita minta ATM terdekat rumah
dibetulkan..

kembali ke jam masuk sekolah:
sy pun jadi berpikir, yg ideal itu masuk sekolah itu jam berapa sih?
kalau ada penelitian yg menunjukkan bahwa yg ideal jam 8.. mengapa kita diam
saja ketika pemerintah memutuskan masuk jam 7?

jangan-2.. masuk jam 7 pun aadalah kebijakan 'yg BODOH' dari sudut pandang
ilmu-2 tertentu.. (psikologi anak misalnya).
yg tentunya diluar kepakaran sy.

bung... jalur sepeda sama saja dengan jalan raya... boleh dipakai juga untuk
jarak pendek.. meskipun bisa dipakai jarak panjang.
jadi.. kalau pun tidak ada yg bersepeda dari Cilandak-ANCOL. . bukan artinya
tidak boleh ada jaringan yg memungkinkan hal tersebut kan? mungkin tetap ada
jalur sepeda dari Cilandak-Ancol. . tapi kalau dipakai Cilandak-BlokM,
Keb.Baru-Menteng, Tebet-Sahari, Menteng-Sahari, Keb.Baru-Lap Banteng/Monas,
Monas-Ancol. .. kan boleh-2 saja kan?
anda pun boleh menggunakan jalan raya dari anyer sampai panarukan... tapi
kalau tujuannya adalah serang-tegal, kan juga boleh menggunakan jalan raya
tsb.

dan ide ini bukan ide saya.. tapi sy ikut mendorong,.. .
tujuannya bukan semata-2 mengurangi kemacetan..
tapi mengafirmasi hak atas ruang jalan

tks&salam,
-K-

Kirim email ke